Thursday, 6 October 2016

Rapat Paripurna Ke-7 Dprd kota Batam tentang usul hak hangket reklamasi pantai, Berjalan alot

Rapat Paripurna Ke-7 Dprd kota Batam tahun 2016 , Kamis (6/10/2016).

Batam, Dinamika Kepri - Sidang Rapat Paripurna Ke-7 Dprd kota Batam tahun sidang 2016, dalam agenda penyampian usul hak Angket Reklamasi pantai di kota Batam sekaligus untuk mengambil keputusan di Dprd Batam, Kamis (6/10/2016) berlangsung banyak Intrupsi.

Banyak Intrupsi, pasalnya ketua sidang paripurna, Nuryanto.SH  tidak dapat menentukan, apakah keputusan akan diambil melalui pandangan Fraksi atau melalui dari pandangan dari setiap personal/individu anggota dewan yang hadir dalam paripurna.

Melihat banyaknya Intrupsi dari anggota Dprd, hingga nyaris menimbulkan kebisingan diruang sidang. sebab belum selesai yang satu bicara sudah dipotong inturpsi yang lain.

Melihat itu, Wakil ketua II Dprd Batam, Iman Setiawan dalam sidang mengatakan, " Jangan bising-bising, yang gentel-gentel sajalah kita ini", mendengar ucapan itu, semua yang hadir, sejenak terdiam. 

Selaku pengusung Rapat Paripurna hak Hangket reklamasi pantai, Dalam sidang paripurna juga, Jurado Siburian tampak yang lebih banyak mengajukan intrupsi, pasalnya prosesi jalannya sidang penyampian usul hak hangket reklamasi pantai sekaligus untuk mengambil keputusan tersebut, sudah tidak sesuai dengan agendannya.

Jurado seakan tengah menggurui semua yang hadir maupun menggurui Ketua sidang paripurna, karena proses jalannya paripurna tersebut, tidaklagi sesuai dengan tata tertib (Tatib) sidang menurut aturan.

Melihat itu lagi, kendati sebagian anggota dewan meminta Sidang Rapat Paripurna Ke-7 ini di batalkan karena telah cacat hukum, namun sidang tetap berlanjut.

Selain itu, Intrupsi lain dari Udin P Sihaloho dari komisi IV meminta, agar Dprd Batam kembali membentuk tim Pansus Independen yang melibatkan Mahasiswa, namun usulan itu tidak ditanggapi siapapun. Setelah sidang berjalan alot, maka ketua sidang lalu menghentikan Paripurna sejenak, selama 15 menit.

Setelah diberikan waktu 15 menit, diluar diruang sidang kepada media,  Uba Ningan Sagilingging selaku pengusung masalah hak Angket Reklamasi pantai kota Batam ini sampai di Paripunakan, ia mengatakan optimis akan menang. alasannya bahwa aktifitas reklamasi di Batam sudah sangat meresahkan masyarakat.

Sekedar untuk diketahui, Hak Angket Dewan Perwakilan Rakyat adalah sebuah hak untuk melakukan penyelidikan yang dimiliki oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang memutuskan bahwa pelaksanaan suatu undang-undang dalam kebijakan Pemerintah yang berkaitan dengan hal penting, strategis, dan berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (Ag)

Editor : Agus Budi T