Sunday, 16 October 2016

Lapor Pak Hatanto! Batas pagar hutan lindung di Kabil ini, Sepertinya ada yang pindahin


Batam, Dinamika Kepri - Sepertinya kelakuan para oknum pejabat BP Batam saat ini, semakin nakal saja, seakan membabi buta takut tak dapat kebagian lahan.

Kini semenjak Ketua BP Batam berganti dari Mustofa Widjaja ke Hatanto Reksodiputro. Tampaknya saat ini para oknum pejabatnya, makin tidak terkontrol.

Bayangkan saja, hutan lindung juga dibabat. Dan parahnya lagi, untuk mengelabui masyarakat maupun pihak-pihak lain, diduga batas pagar hutan lindung ini juga telah dipindahkan. tampak seperti gambar diatas.

Jika tidak percaya, Lihat  dan cek langsung kelapangan, aktifitas pemotongan bukit di hutan lindung ini, tepatnya di beramat di kelurahaan Senjulung Kabil, Batam.

Diduga demi untuk memperkaya diri sebelum pensiun, maka lahan hutan lindung ini, diolah jadinya sedemikian rupa agar bisa menghasilkan rupiah. Terlihat sepertinya akan dibuat Kavling sebab dari bentuknya sudah ditrap-trapkan.



Selian itu, kondisi bekas potongan bukit ini juga sangat ektreem dan terjal. akibatnya masyarakat sekitar yang bermukim di seberang jalan takut, jika sewaktu-waktu tanah bukit yang sudah gundul tersebut, longsor ke rumah mereka.

Namun karena pihak yang mengerjakan pemotongan bukit ini diduga kuat dalam segala hal, maka masyarakat disana, tidak bisa berbuat banyak, kesannya masyarakat hanya bisa melihat sambil nyimak, menunggu tanah bukit itu menimpah rumah mereka.

Miris dan sangat ironis, hutan lindung Dapat dialih fungsikan dibuat seperti di Kavling-Kavlingkan. melihat itu seorang kontrator yang sudah lama nganggur tak kunjung dapat proyek bertanya, kenapa bisa.

"Kenapa bisa ya, jika mereka bisa, kenapa kita tidak, pingin tahu juga bagaimana caranya agar  bisa seperti mereka, ya..mengubah fungsi hutan jadi tempat pemukiman. Mohon pencerahan dari Humas BP Batam, bagaimana cara untuk mendapatkan lahan lokasi hutan lindung untuk pemukiman, apa saja persyaratannya? mohon pencerahan, kita juga mau lahan seperti mereka." kata kontraktor yang sedang mencari job itu, kepada media ini, Sabtu (15/10/2016).

Saat ini warga sekitar pemotongan bukit ini tampak  was-was, apalagi saat ini kerap datang hujan. mereka takut jika tanah bukit itu nantinya akan menimpa rumah tempat tinggal mereka.(Is)

Editor : Agus Budi T