Monday, 24 October 2016

Usai Laporan Ranperda Perubahan APBD 2016 ditandatangani, Oknum dewan sebut kata "Cair"


Walikota Batam, M. Rudi. SE
Walikota Batam, M. Rudi. SE saat menandatangani hasil laporan badan anggaran (Banggar) tentang Ranperda perubahan APBD Batam Tahun 2016.
Batam, Dinamika Kepri - Di Rapat Paripurna ke-12 dalam agenda Laporan badan anggaran (Banggar) tentang Ranperda perubahan APBD Batam tahun 2016 sekaligus untuk pengambilan keputusan di Dprd kota Batam, Senin (24/10/2016) tampak rapat paripurna ini terlihat seperti Opera Van Java, ada lucu-lucunya, penuh intrik dan trik, pasalnya walau sesama anggota dewan saling Skak mate dalam berpendapat di Intrupsinya, namun hasil tetap klop, laporan Banggar tersebut tetap di setujui oleh Dprd untuk ditandatangani Walikota Batam. 

Rapat ini terlihat seperti Opera Van Java, ada lucu-lucunya, serta penuh intrik dan trik dimana setelah Wakil ketua I Dprd kota Batam, H. Zainal Abidin  usai membacakan laporan banggar Ranperda perubahan APBD Batam tahun 2016 ini.

Banyak anggota dewan yang tidak terima dengan hasil laporan tersebut, akibatnya sidangpun sempat  berjalan alot. Bahkan lagi nyaris saja kisruh, pasalnya Intrupsi dari Anggota komisi IV, Udin P. Sihalaho. SH, di komplain oleh Anggota Komisi II Dprd Kota Batam, M Yunus Muda. karena saat itu Udin. P. Sihaloho. SH melakukan intrupsi menolak Ranperda perubahan APBD Batam tahun 2016 itu  untuk di setujui. 

Mendengar kata tidak disetujui, M Yunus Muda dengan serta merta, lansung melakukan Intrupsinya, dalam intrupsinya ia kesannya seakan mendesak ketua Dprd agar laporan banggar Ranperda perubahan APBD Batam tahun 2016 itu, dapat segera disetujui. 

Tidak sampai disitu, M Yunus Muda juga datang menghapiri Udin ketempat duduknya. Tidak tahu apa maksud tujuan M Yunus Muda menghapiri Udin, namun aksinya terhenti setelah anggota Dprd lain menariknya.

Selain itu, sama halnya seperti Anggota komisi II, Mesra Wati Tampubolon, dalam intrupsi juga mengatakan sikap, ia meminta agar laporan banggar tersebut dapat di setujui Dprd agar dapat ditanda tangani oleh Walikota Batam.

Namun apa daya, karena lebih banyak yang memili setuju, melihat itu, akhirnya ketua Dprd, Nuryanto. SH menyetujui laporan Ranperda perubahan APBD Batam tahun 2016 tersebut untuk ditanda tangani Walikota Batam. Banyak intrupsi yang terlontar menolak hasil Banggar tersebut, namun tetap saja di setujui oleh ketua Dprd.

Seperti yang sudah dibacakan oleh Wakil ketua I Dprd kota Batam, H. Zainal Abidin, dimana dalam laporannya telah menyebutkan, " Kami selaku banggar Dprd Kota Batam dapat memahami berbagai pokok permasalahan yang terjadi." 

Memang cukup mengherankan, laporan Banggar itu dapat disetujui, Padahal dalam laporan tersebut jelas teruarai ada kesalahan yang dilakukan oleh para SKPD dilingkup Pemko Batam, seperti keterlambatan terbitnya dana DAK, perencanaan kegitan Fisik yang tidak tepat waktu, adanya penemuan Rekening gelap dan masih adanya keterlambatan beberapa SKPD yang tidak melengkapi administrasinya.

Dan paling anehnya lagi, sebelum rapat ini sah ditutup oleh ketua Paripurna, beberapa anggota dewan antara satu dengan yang lainnya terdengar jelas, mereka mengeluarkan kata-kata ekstreem, yakni kata-kata Cair.

 " Cairlah ya, Wah kamu cair tiga kali ya, Hahaha..kasian deh kamu enggak cair. hahaha. cair-cair..!!" kata mereka bersahutan.(Ag)

Editor : Agus Budi T