Thursday, 20 October 2016

Diacara HKGB ke 64, Kapolda Kepri berharap, Keluarga besar Polri bisa terus berperan aktif

Kapolda Kepri Brigjen Pol. Drs. Sam Budigusdian, MH dan Wakapolda Kepri, Irwasda Polda Kepri, berfoto bersama saat pada acara HKGB ke 64

Batam, Dinamika Kepri -Bertempat di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri, hari ini Rabu(19/10/2016) sekitar pukul 09.00 Wib, tengah melaksanakan acara Peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke 64, di Hadiri oleh Kapolda Kepri Brigjen Pol. Drs. Sam Budigusdian, MH, Wakapolda Kepri, Irwasda Polda Kepri, Pejabat Utama Polda Kepri, Ketua Bhayangkari Daerah Kepulauan Riau, Wakil Ketua Bhayangkari beserta pengurus Bhayangkari Daerah Kepulauan Riau, Para Ketua Bhayangkari cabang se-Daerah Kepulauan Riau, serta para undangan dan hadirin.

Dalam amanat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Drs. M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D yang dibacakan oleh Kapolda Kepri Brigjen Pol. Drs. Sam Budigusdian, MH, menyampaikan Selaku pembina utama Bhayangkari, Kapolri mengucapkan selamat ulang tahun kepada seluruh anggota Bhayangkari dimana pun berada, semoga dengan usia ke-64 ini, Bhayangkari dapat selalu berperan dalam membantu tugas Polri, mendorong terwujudnya kesejahteraan keluarga besar Polri, serta dapat terus berperan aktif memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia, baik melalui bidang sosial, budaya maupun pendidikan.

Para pendahulu kita, bercita-cita untuk memberikan wadah bagi istri polisi untuk turut serta berjuang, berbuat, dan berkarya bagi para istri polisi, sebagaimana halnya pengabdian yang dilakukan oleh para suaminya kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Pemaknaan akan sejarah berdirinya Bhayangkari ini, hendaknya terus melekat dan menjadi ‘trigger’ bagi segenap anggota Bhayangkari untuk terus bergerak bersama memajukan organisasi melalui kegiatan-kegiatan yang telah terprogram dengan baik.

Perlu dipahami bahwa saat ini, perkembangan kehidupan Global terus mengalami dinamika perubahan. Terlebih di era Globalisasi, dimana kecepatan Teknologi Informasi dan komunikasi telah membawa dampak yang signifikan bagi kehidupan manusia. Kondisi ini tentunya harus mampu pula disikapi oleh Bhayangkari dengan tepat, sehingga kecanggihan teknologi dapat dimanfaatkan secara positif guna mendukung kegiatan Bhayangkari.

Pemanfaatan teknologi pada kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Bhayangkari, selaras dengan tema kegiatan yang diangkat pada peringatan HKGB tahun ini, yakni Bhayangkari mendukung program revolusi mental anggotanya, melalui penggunaan teknologi informasi yang bijaksana dan bertanggung jawab. Pada sisi lainnya, tema ini juga sejalan dengan visi yang saat ini tengah diusung oleh institusi Polri, dalam Mewujudkan Polri yang semakin Profesional, Modern dan Terpercaya.

Kebijakan institusi Polri dalam melakukan Reformasi Internal, dapat disikapi oleh seluruh Bhayangkari dengan bersama-sama mewujudkan pola hidup sederhana di lingkungan keluarga. Para Bhayangkari harus kritis kepada para suami, utamanya dalam hal menyikapi pendapatan suami diluar gaji dan tunjangan yang diberikan negara. Kebiasaan-kebiasaan pamer kekayaan, hidup boros, hendaknya dapat dihilangkan.

Selanjutnya, Kapolri juga berpesan agar dalam kehidupan sehari-hari, setiap anggota Bhayangkari mampu untuk memahami serta menjalankan perannya dengan baik dan sungguh-sungguh, baik sebagai istri yang setia mendampingi suami, ibu rumah tangga yang mengurus anak-anak, sebagai anggota masyarakat, sebagai seorang wanita karier bagi yang bekerja, maupun sebagai anggota dalam organisasi Bhayangkari.

Sebagai istri, Bhayangkari harus mampu memberikan Motivasi dan dorongan kepada suami agar dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Ingatkan suami agar selalu menghindari segala bentuk penyimpangan atau pelanggaran yang dapat mencoreng nama baik Polri. Sebagai seorang ibu, Bhayangkari mampu menanamkan dan meletakkan pondasi akhlak dan moral yang kuat bagi anak-anak, sehingga akan lahir generasi penerus bangsa yang memiliki mental kepribadian, integritas serta kecerdasan yang membanggakan.

Sebagai anggota masyarakat, Bhayangkari sekalian harus menyadari bahwa keberadaan kita akan menjadi sorotan masyarakat. Oleh karenanya, berikan keteladanan dalam bertutur kata, bersikap dan berperilaku, serta jalin hubungan harmonis dengan elemen wanita dan unsur masyarakat lainnya. Sebagai wanita karier, agar Bhayangkari mampu menunjukkan kinerja terbaiknya, serta dapat membagi waktu dengan bijak dan adil antara urusan rumah tangga dan urusan pekerjaan.

Sedangkan dalam bingkai organisasi, Kapolri berharap Bhayangkari dapat terus meningkatkan kegiatan-kegiatan yang mensejahterakan keluarga besar Polri serta dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat umum. Jadikan Bhayangkari sebagai organisasi yang mampu merangkul seluruh anggotanya, tanpa memandang kelas atau tingkatan, baik karena perbedaan pangkat, jabatan maupun kekayaan.[Ril]


Editor : Agus Budi T