Friday, 21 October 2016

Massage Asmara 22 M2M digrebek, 7 orang diamankan, 2 diantaranya warga Malaysia


Saat Polisi  tengah menunjukkan 2 Paspor milik pelaku warga Malaysia kepada media .

Batam, Dinamika Kepri - Setelah menerima laporan dari masyarakat dan melakukan penyelidikan, akhirnya Polresta Barelang memutus untuk melakukan penggrebekan ke Massage Asmara 22 M2M. dari penggrebekan itu, Polisi berhasil menahan 7 orang pelaku dan menganmakan 7 korban wanita, pada hari kamis (20/10/2016) kemarin sore.

Dari hasil penggerebekan tersebut, Polisi berhasil mengamankan sebanyak 7 orang pelaku  yang terdiri dari 5 warga negara indonesia dan 2 warga negara Malaysia.

Kepada media, dari 7 orang tersebut Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Herman Kelly mengatakan, Rotinus adalah sebagai pemilik tempat, sedangkan Bahtiar Efendi dan Mohd Yahya warga negara Malaysia yang adalah sebagai donatur aktifitas tersebut.

"Dari hasil penggerebekan Masaage Asmara 22 M2M ini, Kita berhasil mengamankan sebanyak 7 orang pelaku, 1 orang pemilik tempat, 2 orang warga Malaysia sebagai pendanaya. dan 4 orang lagi adalah sebagai pekerja, 2 kasir dan 2 orang pengurusnya." terang Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Herman Kelly kepada media, Jumat, (21/10/2016).

Tambahnya lagi, " Kita melakukan penggerebek tersebut karena adanya tindak pidana perdagangan manusia di Massage tersebut, Kalau modusnya, mereka melakukannya dengan membuka usaha panti pijat, namun setelah kita teliti, usaha mereka tidak memiliki izin usaha massage, melainkan hanya memilki izin dokumen perdagangan.

Kini untuk mempertanggung jawabkan perbutannya Ke 7 orang tersebut telah dimasukan kedalam jeruji besi. kepada media lagi, AKP Herman Kelly mengatakan, para pelaku itu akan dikenankan Pasal 2 Undang-Undang No 21 tahun 2007 Tindak Pidana tentang Perdagangan Orang (UU TPPO) dengan hukuman minimal 3 tahun maksimal 15 Tahun penjara dan denda paling sedikit Rp 120 juta. (Ag)

Editor : Agus Budi T