Monday, 3 October 2016

Aksi tipu Oriza Satifa, Terbongkar saat calon TKI di Pelabuhan Harbour Bay


Oriza Satifa
Oriza Satifa Direktur  PT. Prima Jaya Konstruksi usai sidang putusannya. Senin (3/10/2016) di PN Batam.
Batam, Dinamika Kepri - Sebelumnya aksi Oriza Satifa pemilik PT. Prima Jaya Konstruksi (PJK) yang beralamat di Perumahan Beverly Green Blok A2 No. 8B Batam ini, berjalan mulus. Ia berhasil merogoh gocek para calon TKI nya hingga Rp 1,8 Miliar.

Semua kedok Oriza Satifa terbongkar pada tanggal 12 April 2016 di Pelabuhan Harbour bay, dimana saat itu para korbannya sudah siap-siap untuk berangkat bertolak ke Singapura sesuai dengan perjanjiannya den PJK. Namun setelah ditunggu dengan waktu lama, tak kunjung diberankatkannya juga, dari situ mulailah para calon TKI tersebut, merasakan adanya aroma penipuan. apalagi  dengan adanya permit palsu yang mereka terima.

Dari sejak itu, para calon TKI pun klop merasa sudah ditipu. Merasa tidak terima telah ditipu, mereka lalu mencari pemilik usaha penyalur yang tidak ada izin dari Dinas tenaga tersebut ke alamat yang dimaksud. namun tidak ketemu dan akhirnya melaporkannya ke Polisi. Tak lama dari itu,  Oriza Satifa pun ditangkap polisi, lalu diadili dan hakim Pengadilan Negeri Batam menjatuhinya hukuman 2 tahun 6 bulan penjara.

Kronologisnya, Berawal pada bulan Januari 2016 bertempat di Pelabuhan Harbourfront Singapura, Oriza Satifa bertemu dengan Muhamad Asri bin Rawi,  mengaku sebagai Manager PT. Sembawang Shipyard.

Setelah itu lalu Oriza Satifa dan Muhammad Asri bin Rawi, membuat kesepakatan tidak tertulis (Lisan=red) untuk menyediakan 200 (dua ratus) orang tenaga kerja bidang konstruksi, tenaga helper/ tenaga pembantu dan tenaga filter/ pengawas, serta 100 (seratus) orang.

Selain itu, tenaga welder masing-masing dari Tenaga Kerja Indonesia untuk dipekerjakan di Singapura, tentunya dengan melengkapi surat yang ditentukan oleh PT. Sembawang Shipyard yaitu: 1 (satu) lembar scan/forocopy Kartu Tanda Penduduk, 1 (satu) lembar scan/ fotocopy paspor.

Setelah perjanjian lisan itu, kemudian Oriza Satifa melalui orang - orang terdekatnya, lalu ia memberitahukan hal tersebut kalau ia memiliki perusahaan penyalur kerja ke Singapura dengan gaji Sing Dollar. Tak kabar itu tersiar, orang-orang pun lalu berdatangan.

Melihat banyak peminat yang datang, maka sejak tanggal 14 Januari 2016 Oriza Satifa dan kawan-kawan lalu membuka pendaftaran calon tenaga kerja Indonesia memakai bendera PT.Prima Jaya Konstruksi beralamat di Perumahan Beverly Green Blok A2 No. 8 B Batam, Center.

Namun para calon TKI yang dijanjikan itu gaji sing Dollar itu, tidaklah gratis. Setiap calon TKI ditagih sejumlah uang bervariasi sesuai skell yang dimiliki calon TKI. ada yang lunas ada juga yang cuma hanya membayar DP saja.

Pembayarannya mulai dari Rp 7 juta hingga Rp 13 juta perorangnya hingga total sebanyak 201 (dua ratus satu) orang. Pengihan itu dilakukan oleh PJK dengan alasannya untuk membayar uang permite kerja para calon TKI nantinya.

Seperti dalam fakta persidangan yakni dari 12 saksi yang dihadirkan antara lain :
  1. Adrianus Mudon telah membayar Rp. 10.000.000
  2. Bosner Oloan Situmorang Rp.11.000.000
  3. Candra Hidayat  Rp. 10.000.000
  4. Evion Albert Tua Simanjuntak Rp.11.000.000
  5. Hartoni bin Hamidin Rp. 10.000.000
  6. Hendri Simangunsong Rp.11.000.000
  7. Jonizar Rp.7.000.000
  8. Malcon Purba Rp. 13.000.000
  9. Rahodi Rp. 11.000.000
  10. Sintong Nainggolan Rp. 11.000.000
  11. Tunkot Sinaga Rp. 11.000.000
  12. Yozil Fatmi Rp. 11.000.000

Maka dari 201 orang pendaftar, jumlah uang yang Oriza Satifa yakni sebesar Rp. 1.817.200.000, dan pengakuan Oriza Satifa dalam persidangan, sebagian uang itu serahkannya kepada Muhammad Asri Bin Rawi (Warga Singapura=red) yakni sebesar Rp.1.101.210.264.

Dari hasi perekrutannya itu, Oriza Satifa mendapatkan sisa laba sebesar Rp. 421.500.000. Dan menurut lagi pengakuannya dalam sidang, sisa uang tersebut dipergunakan untuk keperluan transportasi pengurusan Tenaga Kerja yang diurusnya, serta untuk keperluan kebutuhannya sehari-hari.


Dalam surat pembelaan yang disampaikannya kepada majelis hakim, ia meminta keringanan hukuman. da ia juga mengaku kalau dirinya adalah korban kospirasi Muhammad Asri Bin Rawi orang Singapura tersebut.

Maka atas perbuatannya itu, Oriza Satifa didakwa telah bersalah melanggar pasal  372 Jo pasal 64 ayat (1) Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang penggelapan dan penipuan dan diganjar 2 tahun 6 bulan penjara. (Ag)

Editor : Agus Budi T