Monday, 19 September 2016

Ucok Tambusai berharap, Polisi segera bongkar semua jaringan mafia beras di Batam

Anggota Komisi II Dprd Kota Batam, Ucok Tambusai. SH

Batam, Dinamika Kepri - Kemarin, Minggu (18/9/2016), Personel TNI Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) telah berhasil menggagalkan penyelundupan beras ilegal sebanyak 90 ton dari negara jiran Singapura tujuan Indonesia dari Kapal kayu jenis kargo berbendera Indonesia bernama KM Mulya.

Menanggapi keberhasilan dari Personel TNI Komando Armada RI Kawasan Barat itu, Anggota komisi II DPRD Batam, Ucok Tambusai, memberikan apresiasi atas keberhasilan tersebut, menurutnya tindakan yang dilakukan oleh penyeludup beras itu, adalah kejahatan ekonomi berat yang telah merugikan negara.

Maka dengan keberhasilan itu, Ucok Tambusai berharap, hendaknya prestasi tersebut dapat disusul  oleh penegak hukum atau aparat lainnya terutama bagi Polisi di Batam, membongkar semua jaringan mafia beras di Batam, bila perlu sampai ke akar-akarnya.

"Kalau menanggapi itu, ya harapannya, semoga saja prestasi dari Koarmabar tersebut dapat disusul lagi oleh aparat hukum lainnya, terutama Polisi di Batam, Dan segera membongkar semua sindikat mafia beras di Batam, kalau bisa sampai ke akar-akarnya. karena tindakan yang namanya penyeludupan masuk ke indonesia, temtunya akan merugikan negara, khususnya bagi Pemerintah kota Batam. Maka itu harus dituntaskan,'' kata Ucok Tambusai menanggapi, Senin (19/09/2016).

Menanggapi adanya 4 unit mobil yang juga ikut tertangkap dengan beras itu, Ia juga curiga dan menduga mobil itu bodong.

"Saya juga menduga dan curiga mobil itu juga bodong, kenapa saya bilang bodong, karena tidak mungkin juga mobil resmi di kirim pakai kapal kayu seperti itu, menurut saya itu aneh, harusnya dikirim pakai konteiner dong. Dan saya juga menduga, ada udang di balik batu di balik semua ini." kata Ucok Tambusai. SH mengakhiri. (Cn)


Editor : Agus Budi T