Sunday, 18 September 2016

Terkait penerimaan Satpol-PP sebanyak 825, Rudi : Lillahi Ta'ala, satu rupiah pun saya tidak ada!

Walikota Batam, M. Rudi. SE
Walikota Batam, M. Rudi. SE
Batam, Dinamika Kepri- Gonjang-ganjing  penerimaan Honorer Satpol-PP Batam sebanyak 825 orang yang mana sebelumnya telah melakukan demo di ke Kantor Walikota Batam pada  Rabu (14/9/2016) lalu, ternyata kini, Minggu  (18/9/2016), masih saja menjadi pembahasan hot cerita di tengah masyarakat Batam dimanapun berada.

Berbagai macam asumsi timbul ditengah masyarakat, mereka berpendapat miris tentang hal ini. Bermacam  dugaan dan prangsangka selalu tercetus dari bibir yang menceritakannya. Ada yang mengatakan semua itu  permainan oknum pejabat dan sudah terorganisir dan terncana. bahkan ada juga yang menyebutkan, jika  posisi Kepala Satpol PP Kota Batam, Hendri, hanyalah tumbal dari permasalahan ini. Benarkah ?

Jauh sebelum mencuatnya masalah ini kepermukaan, Kepada media ini ada beberapa personil Satpol-PP yang sudah diterima tersebut, pernah bercerita jika mereka merasa kecewa, karena tidak kunjung di pekerjakan oleh Pemko Batam.

Tuntuntan Satpol-PP.

Kendati ada rasa kekecewaan begitu mendalam, namun mereka tidak mau berterus terang, siapa yang memasukan, menjamini dan yang telah memintai orang mereka untuk masuk menjadi Satpol-PP.

Mereka menutupi identitas nama yang telah memasukan mereka menjadi Satpol-PP. Ketika didesak media ini dengan berbabai cara, kendati ada pengakuan, namun tidak akurat, pasalnya mereka hanya megatakan, nmereka masuk dari arahan salah satu LSM yang ada di Batam.

Ketika  ditanya lagi apa nama LSM nya, Mereka terlihat saling melirik seakan saling menutupi agar identitas LSM yang dimaksud tidak terpublish. kenapa tanya menutupi, jawab mereka, Itu sudah perjanjiannya.

'' Itu sudah perjanjian sebelumnya, katanya ini jangan di beritahukan kepada sipapun apalagi kepada wartawan. lagian kalau kami memberitahukan namanya, berarti hilanglah harapan kami jadi  Satpol-PP, percuma juga kami sudah latihan mati-matian. Lagian kami juga sudah membayar mahal untuk itu.  Dan tujuan kami memberi informasi ini, Ya harapanya bisa cepat ditanggapi. Kasihan kami yang terus menunggu namun tidak kepatian." kata mereka bersahutan beberapa waktu lalu kepada media ini.

Pada hari Rabu (14/9/2016) lalu , Satpol-PP Batam sebanyak 825 melakukan demo ke Kantor Walikota Batam untuk mempertanyakan kepastian mereka. Namun tidak lama berorasi. 5 orang perwakilan diajak masuk lansung melakukan pertemuan dengan Walikota Batam, M. Rudi. SE di dampingi Wakil Walikota, Achmad Amsakar.M.si dan Sekda Batam, Agussahiman.

Demo  Satpol-PP di ke Kantor Walikota Batam pada  Rabu (14/9/2016)

Pada pertemuan tersebut, kepada perwakilan, dengan tegas Rudi menyatakan bahwa dirinya tidak pernah tahu tentang adanya penerimaan Satpol-PP Batam sebanyak 825 tersebut. Dan yang lebih gamblangnya lagi, ia juga bersumpah katanya, Lillahi Ta'ala.

''Saya tidak pernah terlibat langsung dengan hal itu, bahkan tidak pernah meng ACC kannya, apalagi dengan masalah uang, Lillahi Ta'ala, satu rupiah pun saya tidak ada, makanya saya tidak gentar menhadapi. Terserah, siapa mau ribut, Lapor ke Polisi, lapor ke KPK dan kemanapun, laporkan saja. Yang namanya Rudi,  itu tidak tahu menahu dan satu rupiah pun, itu tidak ada. namun sebagai Pimpinan, Saya bertanggung jawab," tegas  Rudi saat pertemuan itu.

Jika demikian, siapa yang akan bertanggung jawab terhadap 825 tersebut? dari pantuan media ini, sebagian dari mereka ( Satpol-PP=red) tampak telah putus harapan menjadi  Satpol-PP yang sebenarnya, maka dengan itu mereka meminta, agar uang mereka bisa dikembalikan.(Ag)

Editor : Agus Budi T