Wednesday, 28 September 2016

Sidang Kompol Asido Siagian lanjut, Saksi : Selain senjata api, ada alat bong juga

Kompol Irvan Asido Siagian (Baju Putih) saat usai menghadiri sidang di PN Batam.
Batam, Dinamika Kepri - Setelah sidang pembelaannya ditolak hakim pada sidang putusan sela di hari Rabu (21/9/20116) yang lalu, kini Kompol Irvan Asido Siagian (35) kembali di sidangkan, diruang sidang IV Pengadilan Negeri Batam, guna mendengarkan kesaksian dari Polisi yang menangkapnya yakni Kompol Raja Buntat.

Dalam kesaksiannya, kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rumondang Manurung.SH, Kompol Raja Buntat mengatakan, ikut menangkap terdakwa di kamar nomor 903 lantai 2 Bungalow Sugriwa hotel Rasinta pada hari Kamis, tanggal 12 November 2015 yang lalu.

Selain itu saksi juga mengatakan, selain telah menemukan senjata api dari terdakwa, mereka juga menemukan alat bong sebagai alat isap shabu. Dan setelah dites urine, katanya saksi, bahwa terdakwa dan temannya yang bernama Samsir, positif telah menggunakan narkoba.

Dalam persidangan ini, Rabu (28/9/2016), JPU menunjukkan semua barang bukti yang memberat terdakwa kepada hakim. adapun barang bukti yang paling memberatkan terdakwa dalam sidang ini yakni satu unit senjata api jenis revolver warna silver merek Pindad dengan nomor senjata AE.S007108 dan 9 butir peluru yang mana ditemukan di kamar terdakwa nomor 903 di Bungalow Sugriwa Hotel Rasinta tersebut.

Kronologis sebelum penangkapan terdakwa, pada hari Kamis tanggal 12 November 2015 lalu, Direktorat narkoba Kepolisian Daerah Kepulauan Riau melaksanakan Operasi Antik rutin dipimpin oleh Direktur Narkoba bersama sejumlah personil dengan Surat Perintah Tugas nomor Sprint/1521/X/2015 tanggal 26 Oktober 2015 yang dilaksanakan di Hotel Rasinta Lubuk Baja Kota Batam.

Pada saat melakukan pemeriksaan di Bungalow Sugriwa lantai 2 kamar 904, saksi Arya Tesa Brahmana tiba-tiba didatangi oleh terdakwa Irvan Asido Siagian yang masuk melalui pintu connecting yang menghubungkan kamar nomor 904 dengan kamar nomor 903 yang posisinya bersebelahan.

Terdakwa lalu menanyakan ada apa kepada Arya Tesa Brahmana? lalu Arya Tesa Brahmana menjawab, Ijin bang, ada pemeriksaan ini dalam rangka Operasi Antik.

Setelah itu terdakwa mengatakan, Ya, udah. Silakan lanjutkan. Lalu terdakwa kembali masuk ke kamar 903 melalui pintu connecting. Setelah terdakwa pergi, salah satu personil kepolisian yang ada di kamar 904 melaporkan kepada Akbp Roni Faisal Saiful Faton bahwa kamar nomor 903 lantai 2 hotel tersebut, dihuni oleh seorang personil Polda Kepri yang berpangkat Komisaris Polisi bernama Irvan Asido Siagian.

Hal tersebut kemudian dilaporkan kepada Direktur Narkoba Polda Kepri, sehingga Direktur Narkoba datang ke lokasi untuk menemui terdakwa di dalam kamar yang dimaksud, dengan cara masuk melalui pintu connecting diikuti oleh  Akbp Roni Faisal Saiful Faton, Kompol Ismet Rudianto dan Kompol Raja Buntat Abas.

Setelah masuk ke kamar nomor 903, mereka menemukan dua orang yang sedang tidur di kamar tersebut yaitu terdakwa Irvan Asido Siagia dan Samsir.

Setelah itu saksi AKBP Roni Faisal Saiful Faton, saksi Kompol Ismet Rudianto dan saksi Kompol Raja Buntat Abas melakukan penggeledahan di dalam kamar 903 atas perintah Direktur Narkoba.

Penggeledahan itu disaksikan oleh terdakwa dan Samsir. Penggeledahan juga dilakukan terhadap isi lemari yang terletak di pojok kamar 903 yang merupakan lemari yang ditempel di dinding dengan pintu geser.

Saksi Akbp Roni Faisal Saiful Faton lalu memerintahkan Samsir untuk membuka pintu lemari bagian pertama yang berisikan pakaian-pakaian yang di lipat, Samsir lalu disuruh lagi membuka bagian pintu lemari sebelahnya yang merupakan bagian lemari milik terdakwa.

Saat dibuka di dalamnya terdapat pakaian dinas polisi yang digantung dengan hanger dengan atribut Polda Kepri dengan nama Siagian dan dilengkapi dengan pangkat, kewenangan serta kopel PLDSUS. Di bawah pakaian dinas tersebut juga terdapat tas sandang warna hitam merek Travel Time.

Ketika dibuka, tampak tas berisikan 1 unit senjata api jenis revolver warna silver merek Pindad dengan nomor senjata AE. S007108 dan 9butir peluru, dua unit handphone yang sudah mati, logam platinum dan beberapa uang koin.

Setelah penggelaedahan iu, selanjutnya pada hari Rabu tanggal 20 April 2016,  penyidik Polda Kepri kembali melakukan penggeledahan di Asrama Polisi  Baloi Blok B No. 3 RT 002/ RW 002 Kelurahan Sukajadi Kecamatan Batam Kota.

Pada saat penggeledahan, Polisi kembali menemukan barang bukti berupa 3 butir peluru berwarna kuning tembaga (Pin 38 TJ) dan 1 buah buku Paspor Dinas Republik Indonesia no S 265478 atas nama Irvan Asido Siagian.

Maka dari Perbuatan terdakwa ini sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang  Darurat Republik Indonesia nomor12  Tahun1951 tentang Ordonnatietijdelijke   Bijzonderestraf Bepalingen (STBL. 1948 Nomor 17) dan Undang-Undang Republik Indonesia dahulu nomor 8 Tahun 1948 Jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP, dengan tuntutan hukuman minimal seumur hidup dan maksimal hukuman mati.(*)

Editor : Agus Budi T