Friday, 2 September 2016

Saksi sebut, Oknum pegawai Disnaker Batam dan terdakwa, Kerja sama tipu mereka

Holizah Safifa (52), saat sidang di PN Batam.
Batam, Dinamika Kepri- Sidang kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh direktur PT.Prima jaya  kontruksi, Holizah Safifa, terhadap sebanyak 268 korbannya dengan raup keuntungan kata korban sebabyak Rp 1,8 Miliar, hari ini, Kamis (1/9/2016) digelar kembali di Pengadilan Negeri (PN) Batam, guna mendengarkan kesaksian dari para korbannya.

Sebelum sidang pemeriksaan saksi ini digelar, sebelumnya juga melalui kuasa hukumnya, terdakwa ini telah mengajukan Esepsi namun ditolak majelis hakim.

Kini Holizah Safifa sang terdakwa, duduk di kursi pesakitan sembari mendengar semua kesaksian dari para yang mengaku korbannya.

Salah satu saksi, Hadri Agus Hudon 
Dan yang paling mengejutkan lagi dalam persidangan, saksi yang bernama Hadri Agus Hudon mengatakan bahwa pemilik nama Hasbi yakni salah satu oknum pegawai Disnaker, menduga juga ikut membantu terdakwa ini untuk menipu mereka.

Saksi juga mengatakan, jika dirinya pernah mempertanyakan hal itu kepada Hasbi, namun Hasbi menyarankan kepada saksi, agar permasalahan yang mereka alami dapat di selesaikan secara kekeluargaan.

Namun ia tidak sudi sebab hanya kerugiannya sendiri yang akan digantikan perusahaan dan yang lainnya tidak. tidak mau ditiduh menghianati teman-teman sependeritaan. Ia pun menolaknya.

Katanya, PT. Prima jaya Kontruksi sebelumnya kepada mereka (Korban=ret) mengaku sebagai perusahaan penyalur ketenagaan kerja ke luar negeri. Merasa tergiur bekerja di Singapura dengan gaji Dollar, para korban saat itu  katanya tidak begitu curiga.

Sanking tergiur dan semangatnya, sesuai permintaan perusahaan, mereka juga memberikan uang jumlah berfariasi dari mulai Rp 12 juta hingga Rp 14 juta perorangnya sesuai tingkat Skill penempatan kerjanya di Singapura.

Namun setelah uang diberikan dan ditunggu jadwal keberangkatannya, hasilnya nihil. Hari, bulan terus berganti tetapi tak kunjung diberangkat juga, akhirnya hilang batas kesabaran. setelah lama berlalu janji tinggal janji mereka baru sadar telah ditipu, tak terima hal itu, merekapun akhirnya melaporkan sang pemilik perusahaan ini, kepada polisi. ( Cn)

Editor : Agus Budi T