Thursday, 22 September 2016

Pengakuan istri Iskandarsupian : Suami saya itu sudah pakai narkoba sejak umur 17 Tahun

Iskandarsupian bin Jani
Iskandarsupian bin Jani dan Istrinya Vina.
Batam, Dinamika Kepri - Seusainya persidangan pemeriksaan terdakwa warga Singapura, Iskandarsupian bin Jani (42) atas kepemilikan Shabu dan heroin digelar, Kamis (22/9/2016) di PN Batam, ketika ditanya wartawan, kepada media ini, Istri Iskandarsupian, Vina mengaku kalau suaminya tersebut ternyata telah menggunakan Narkoba sejak berumur 17.

"Enggak heranlah, dari mulai berumur 17 tahun, ia sudah menggunkan narkoba, bahkan waktunya kebanyakan telah dihabiskannya di pusat rehabilitasi dan penjara  di Singapura. Ibunya sendiri yang cerita padaku sebelum kami menikah 6 tahun yang lalu. " kata Vina dengan nada kesal.

Selain itu Vina juga mengaku, Suminya warga Singapura tersebut, katanya kerap main perempuan tampa mau memikirkan nasib anaknya yang kini sudah beranjak 6 Tahun.

"Kerjanya selalu pakai narkoba dan  main perempuan, buktinya waktu ia sebelum ditangkap, ia datang ke Batam tapi tidak menemui kami, aku istrinya dana anaknya, malah menginap di Hotel dengan perempuan lain. buktinya saat ditangkap polisi, ia ada bersama perempuan lain. Sudah 7 bulan ini kami diterlantarkannya. Kalau menurut hukum agama, jelas kami sudah tidak ada hubungan lagi. Namun melihatnya seperti ini, saya sebagai seorang istri, aku enggak tega, makanya saya sewa pengacara unutk membelanya." kata Vina lagi.

Pada hari Jumat Tanggal 29 April 2016 sekitar jam 22.00 Wib bertempat di depan Kamar 412 lantai 4 Hotel Grand View Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam.

Dalam penangkapan  Iskandarsupian bin Jani ini, Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 1  Paket Narkotika yang diduga jenis serbu Shabu - shabu yang dibungkus dengan plastik transparan dengan berat keseluruhan 1,50 Gram dan 1 Paket serbuk warna Coklat yang diduga Narkotika jenis Heroin yang dibungkus dengan Pipet atau sedotan bewarna biru dengan berat keseluruhan 0,45 Gram.

Dalam kasus ini suaminya diganjar pasal Narkotika  Golongan  I  dengan  pidana penjara  paling  singkat  4 tahun  dan  paling  lama 12 tahun  dan pidana denda paling  sedikit Rp 800 juta dan  paling banyak Rp 8 Miliar. (Ag)

Editor : Agus Budi T