Tuesday, 20 September 2016

Pengacara ini sebut saat penangkapan kliennya Nirmal Dave Das, Ada kejanggalan

Jacobus SH
Jacobus SH
Batam, Dinamika Kepri - Sidang terhadap terdakwa Nirmal Dave Das (30) kasus narkotika jenis sabu seberat 200 gram, kembali digelar Pengadilan Negeri (PN) Batam, Guna mendengarkan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Senin, (19/2016).

Dalam persidangan ini, sesuai dakwaan yang dibacakan oleh JPU, Susanto Martua SH, terdakwa disebut memiliki Barang bukti berupa sabu dengan total seberat 200 gram yang ditemukan polisi yang menangkapnya dari dalam telapak sepatu yang digunakannya saat itu, sabu itu ditemukan dengan di bungkus dalam 4 paket plastik transparan ditelapak kaksi sepatu yang dipakainya dengan total seberat 200 gram.

Selain itu jaksa juga membacakan tuduhannya, bahwa terdakwa juga merupakan seorang kurir, dimana orang yang bernama Alex (DPO) telah menyuruhnya untuk mengantar paket sabu itu ke Surabaya dengan imbalan upah RM 30.000 (Uang ringgit Malaysia=red).

Namun mendengar semua tuduhan yang dilimpahkan kepadanya, terdakwa pun  lalu membantahnya, kata dia, " itu tidak benar yang mulia, saya ini dijebak oleh polisi yang menangkap saya.

Setelah itu, kepada Hakim penasehat hukummya terdakwa lalu mengajukan akan eksepsi. "Kami mengajukan eksepsi yang mulia, beri kami waktu satu minggu," kata Jacobus SH meminta.  

Mendengar bantahan dan kesaksian terdakwa dalam persidangan ini, Maka timbul pertanyaan dibenak para awak media, karena semua tuduhan yang dibacakan JPU sesuai BAP nya, semua dibantahkan oleh terdakwa.

Setelah sidang usai digelar, para awak mediapun langsung berkerumun untuk memintai kejelasan atas pernyataan atas bantahannya saat dipersidangan tersebut. Namun ia tidak memberikan penjelasan apapun.

Tetapi kuasa hukumnya langsung menjawab pertanyaan media, jawabnya, bahwa apa yang dikatakan dan jawaban dari klaiennya disaat persidangan itu, Yah..seperti itulah jawabannya.

" Yah..itulah jawaban terdakwa," kata Jacobus.

Selain itu kepada media, kuasa hukum terdakwa ini juga menambahkan dengan menceritakan tentang kronologis atas penangkapan klaiennya, kata dia penangkapan terdakwa ini ada kejangkalan.

"Pada tanggal 23 Mei 2016 lalu, saat melewati pemeriksaan X-ray  pelabuhan Ferry Internasional Batam Center, Nirmal Dive Das (terdakwa) ini katanya telah membawa narkotika jenis sabu seberat 200 gram. Namun yang menjadi pertanyaan, jika memang terdakwa telah terbukti membawanya, mengapa pada saat itu tidak langsung ditangkap, ini mengapa harus pakai acara dibawa ke hotel dahulu, lah tujuannya apa coba?'' kata Jacobus penasaran.

Tambahnya lagi menerangkan, " Kenapa dibawa ke hotel dahulu,ini yang menjadi pertayaan saya, dan yang paling parahnya lagi, kamar nomor 603 hotel tempat terdakwa ini ditangkap, bukan bokingan atas nama terdakwa, melainkan bokingan nama dari salah satu polisi yang menangkapnya. Aneh enggak ?, dan lagi yang bernama Kumar yang satu kamar dengan terdakwa ini, kenapa bisa bebas, padahal sudah sempat ditahan, nah makanya saya jadi heran kenapa bisa seperti ini, Jujur saya sendiri juga sangat benci dengan maraknya peredaran  narkoba di Batam ini, tapi jangan gitulah, ini masalah nasib orang, jangan yang tidak bersalah malah dijadikan bersalah, enggak baiklah, kasian anak orang," kata Jacobus mengakhiri.(Ag)

Editor : Agus Budi T