Friday, 23 September 2016

Merasa diabaikan Pemko Batam, Warga Kabil akhirnya Protes

jalan berdebu
Kondisi jalan berdebu di ruas jalan utama Kabil.

Batam, Dinamika Kepri - Diduga begini cara para oknum Pejabat Pemko Batam untuk membunuh warganya di Kabil dengan berlahan, Mereka yang menikmati hasilnya, warga awam disana yang menikmati dampaknya, ya warga Kabil menikmati debu dengan cara menghirupnya.

Kini aktifitas mobil Truck pengangkut tanah yang melintasi berlalulang setiap hari diruas jalan utama Kabil, Batam, saat ini tengah di komplein masyarakat, pasalnya tanah yang diangkut Truck kerap berjatuhan ditengah jalan hingga memunculkan debu dan telah menggganggu pengguna jalan.

Kendati kondisi sudah parah, namun tidak ada perhatian dari Pemerintah kota Batam, untuk mengantisipasinya. herannya para pejabatnya terlihat cendrung lebih banyak pencitraan diri ketimbang memperhatikan kepentingan masyarakat. Lihat gambar diatas. Debu berterbangan namun tetap dibiarkan.

jalan berdebu
Kondisi jalan berdebu di ruas jalan utama Kabil.

Selain itu, kata warga untuk memperbanyak tripnya, para supir Truck yang mengangkut tanah tersebut, kerap terlihat uga-ugalan, balapan tampa menghiraukan pengguna jalan lain. dan itu sangat dicemaskan oleh warga.

Kepada media ini, Jumat, (23/9/2016) salah satu warga sekitar di Kabil yang bernama Damanik meminta agar Pemerintah kota Batam dapat memperhatikan keselamatan dan kesehatan mereka yang bermukim disana, terutama kesehatan bagi anak-anak mereka yang setiap hari melintasi jalan utama ketika pulang pergi ke sekolah.

"Pokoknya para betulah di Kabil ini, sudah debunya banyak, para supirnya juga kerap terlihat balapan saat membawa trucknya, tampa menghiraukan pengguna jalan yang lain, itu yang juga palin membuat kami cemas. kelihatannya seperti jalan mereka sendiri, mungkin mereka sedang kejar tripnya hingga tidak memperdulikan yang lain. Ya sejak adanya kegiatan ini, kami warga disini merasa terjolimi, tiap hari menghirup debu, apa lagi anak-anak sekolah, kasihan karena tiap hari mereka menghirup debu. " kata Damanik dengan sedih.

Mobil Truck Pengangkut tanah.
Mobil Truck Pengangkut tanah.

Damanik tidak meminta aktifitas itu dihentikan, namun  memohon kepada Pemerintah agar dapat mengintruksikan kepada pihak pelaku kegiatan tersebut, menyiramkan air ke jalan-jalan yang mereka buat berdebu.

"Bukan itu, bukan mau meminta untuk menghentikan kegiatan itu, itu tidak mungkin, emang siapa saya bisa menghentikan itu, Ya cuma itu harapannya, Pemerintah Batam dapat mengigatkan pihak pengusahnya agar jalan yang berdebu disiram air, begitu supir saat berkendara, jangan lagi laju-laju, karena itu yang membuat kami cemas saat berkendara." kata dia mengakhiri.

Aneh memang, dimana-mana jalan raya itu warnanya hitam, makanya disebutlah Aspal hitam, namun di jalan raya Kabil ini beda, jalan Aspalnya menguning penuh dengan tanah hingga debunya beterbangan. Dan paling parahnya lagi ini sudah berlangsung lama namun tidak ada pihak yang berkopenten yang memperhatikannya.

Ada dugaan mereka yang bertugas di bidang itu, sudah kekenyangan hingga tidak dapat lagi bergerak melihat kenyataan yang terjadi dilapangan, dan ujung-ujungnya selalu masyarakatlah yang menjadi korbannya.(Ag)

Editor : Agus Budi T