Monday, 5 September 2016

Meninggalnya Anwar, Dalam sidang Eka Delona mengaku bersalah

Terdakwa saat tengah memperagakan cara melakukan penusukan terhadap korban di hadapan hakim.
Batam, Dinamika Kepri - Sidang terhadap terdakwa Eka Delona yakni oknum Brimob Datasmen 6 di Polda Kepri, hari ini digelar kembali, Senin (5/9/2016) guna mendengarkan kesaksian dari terdakwa.

Dalam sidang ini kepada hakim,  Eka Delona mengaku bersalah atas apa yang telah dilakukannya terhadap Korban Anwar pada malam tanggal 2 April 2016 lalu di Pujasera Golden Land, Batam Center.

Selain itu, terdakwa Eka Delona juga mengaku jika saat melakukan penusukan terhadap korban, ia tengah kondisi sedang mabuk dan tidak dapat mengenali siapa dan mengira jika si korban juga ikut telah mengoroyoknya malam naas itu.

Katanya malam kejadian sebelum terjadi penusukan, dia minum bersama temannya di pujasera yang dimaksud, namun setelah jam beranjak dini hari sekitar pukul 2 Wib, ia  Hendra (Saksi) dari meja lain terjadi cekcok dan ujungnya  bertengkar di kamar mandi Pujasera hingga membuat dirinya mengalami luka pada wajahnya. Katanya lagi ia malam itu di kamar mandi, telah dikeroyok ramai-ramai oleh teman- temannya Hendra.

Setelah itu, terdakwa lalu mengejar Hendra, namun tidak berhasil karena segera diamankan oleh sicurity Pujasera.

Namun entah dari mana datangnya, tiba-tiba Korban Anwar muncul dihadapannya, mengira korban juga ikut mengeroyoknya, Ia pun langsung mengeluarkan pisau lipat miliknya dan menusuk leher korban dan akhirnya meninggal setelah di rumah sakit.

Kepada hakim terdakwa mengaku bersalah, sedangkan pihak keluarga korban saat di minta hakim untuk menyampaikan sepatah kata dalam persidangan, keluarga meminta harapannya agar terdakwa tersebut dapat di hukum sesuai apa yang telah dilakukannya.

Selain itu, Pihak keluarga juga mengatakan telah mengiklaskan kepergian anaknya Anwar (korban).(Ag)

Editor : Agus Budi T