Thursday, 15 September 2016

Tanggapi pengungsi terus bertambah, Aldi Braga menduga ada kepentingan disekitar itu

Ketua LSM Garda Indonesia, Aldi Braga.
Ketua LSM Garda Indonesia, Aldi Braga.

Batam, Dinamika Kepri - Menanggapi semakin banyaknya pengungsi yang bertambah di Taman Aspirasi Batam Center saat ini, Ketua LSM Garda Indonesia menduga ada kepentingan di situ.

"Dugaan saya sepertinya ada kepentingan di situ, karena jumlahnya terus bertambah dan tidak ada upaya pihak manapun untuk mengantisipasinya, ya jumlahnya terus bertambah. Dan yang paling parahnya lagi, mereka dibiarkan tetap berkeliaran padahal di sekitar pusat pemerintahaan, tentu itu kesannya sangat tidak baik," kata Aldi Braga, Rabu (14/9/2016) kepada media.

Tambah dia lagi menggapi mengatakan," Contoh saja seperti saat ini, keberadaan mereka telah menimbulkan dampak sosial, dengan menjadi gigolo di kota ini, maksudnya apa itu?, dan lagi, keberadaan International Organization for Migration (IOM) di Batam ini, harusnya juga perlu dipertanyakan bagaimana tentang keabsaahannya, Dugaan saya, jangan-jangan itu IOM bodong," kata  Aldi Barga dengan wajah ekspresi penasaran.

Aldi juga menambahkan, katanya setiap pengungsi dewasa di Batam perbulannya, IOM pusat menyalurkan batuan sebesar Rp  1,5 juta perbulan kepada mereka, namun menurut sepengetahuannya, bukan segitu jumlah yang diterima pengungsi.

Kata dia memastikan, pengungsi hanya menerima sekitar Rp 1,250.000 perorangnya. Dan sisanya Rp 250 ribu lagi kemana, sementara jumlah pengungsi yang tercatat sekitar 484 orang, berarti hitungan sisanya 250 x 484. Kata Aldi mestinya itu wajib dipertanyakan, kemana perginya.

Dan sebelum mengakhiri tanggapannya mengenai pengungsi ini, kepada media, Aldi Braga jiga menyampaikan harapannya, jika boleh agar secepatnya para pengungsi itu, dapat dialokasi jauh dari pusat pemerintahan ( Batam Center-red) maupun dari pemukiman warga, contohnya dipindahkan ke Pulau Galang, tujuannya agar tidak lagi membuat dampak sosial yang ekstreem bagi penduduk Batam, seperti yang sudah terjadi (Gigolo-red), harap Aldi.(Ag)

Editor : Agus Budi T