Friday, 9 September 2016

Lagi.! Pemenang tendernya nihil, Proyek Taman Rp 782,5 juta usai dibangun, Cipto: Saya khilap

Pemko Batam.
Gedung Kantor Pemko Batam.

Batam, Dinamika Kepri- Berbagai cara dan usaha seakan tengah dilakukan para oknum pejabat Pemko Batam menggrogoti uang rakyat untuk memperkaya diri pribadinya.  Mereka terkesan seakan saling rebutan berlomba mengeluarkan pintarnya masing-masing untuk menghabiskan uang rakyat demi kepentingannya.

Sebab jikapun anggaran habis, tentu bukanlah jadi masalah yang serius karena  pimpinan hanya tinggal mengumumkan saja, kalau anggaran sedang depisit. Pertanyaannya, benarkah APBD Batam Tahun 2015 Depisit?

Ilustrasinya, bagaimana tidak depisit, Ini buktinya dari contoh kecil yakni perihal Penataan lanjutan Taman Wijaya Sekupang anggaran  Tahun APBD 2015 sebesar Rp 782,587,903, atau Rp 782,5 juta. tidak ada pemenang tendernya namun rampung dikerjakan.

Pekerjaan Penataan lanjutan Taman yang mulai sejak tanggal 29 Mei 2015 ini, bisa rampung, dan tidak tahu siapa yang bertanggung jawab, pasalnya di data LPSE Pemko  Batam, sama sekali tidak tertera siapa atau perusahaan yang mana menjadi pemenang tendernya. Aneh bin nyata.

Maka itu, proyek di bawah naungan Dinas kebersihan dan pasar ini, layak menjadi perhatian khalayak, sebab bagaimana bisa proyek pemerintah dapat dikerjakan tampa ada pemenang tendernya.

Seperti mana kita ketahui bahwa Pemko Batam itu adalah Intansi Pemerintah Daerah, bukan perusahaan keluarga yang bisa seenaknya menentukan siapa pemenang terder proyek di dalamnya.

Terkait adanya temuan hal ganjil ini, Jumat (9/9/2016) awak media menyambangi kantor Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dan ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) DKP Pemko Batam untuk melakukan klarifikasi.

Setelah dipertanyakan mengapa itu bisa terjadi, Kepada media ini pihak oknunn Pemko Batam, Cipto, sempat ngeyel, ia berkilah seribu alasan seperti lebih merasa hebat perasaan pintar, namun akhirnya keok juga setelah berdebat adu argumen panjang yang ujung-ujungnya ia mengakui kesalahannya, katanya khilap.

'' Oh iya, saya khilap,'' kata Cipto. Sedangkan dari Pihak PPK DKP, Irwan Syahputra mengatakan, akan segera membuat berita acaranya.

Aneh memang, logikannya saja, bagaimana mungkin jumlah uang sebesar Rp 782,5 juta bisa khilap. tetapi itulah katanya, dia khilap. tidak bisa disalahkan juga, sebab ada kata bijak mengatakan, kesempurnaan itu hanyalah milik Allah semata dan khilapan adalah milik manusia.

Proyek sudah selasai di kerjakan, namun tidak tahu siapa pemenang tendernya, Pertanyaannya kenapa bisa?, Diduga kuat pejabat PKK DKP kota Batam ini, bekerja sama memainkan proyek ini dengan melakukan penyalahan wewenang jabatan, berkolusi  demi untuk memperkaya diri pribadinya masing-masing. (Ag)

Editor : Agus Budi T