Thursday, 22 September 2016

Kantongi Shabu dan Heroin, Warga Singapura ini mengaku sudah ketergantungan narkoba

Iskandarsupian Bin Jani (kanan) usai sidang
Batam, Dinamika Kepri - Terdakwa Iskandarsupian Bin Jani warga Singapura kasus kepemilikan narkoba jenis sabu dan Heroin, yang ditangkap polisi di depan Kamar 412 lantai 4 Hotel Grand View Kecamatan Lubuk Baja pada hari Jumat Tanggal 29 April 2016  lalu, saat ini Kamis (22/9/2016), sidangnya digelar guna melakukan periksaan terhadapnya.

Dalam sidang ini, Kepada hakim di PN Batam, Iskandarsupian Bin Jani  mengatakan jika dirinya sudah mengalami ketergantungan obat terlarang tersebut.

" Saya ini sudah ketergantungan narkoba yang mulia, " kata Iskandar kepada hakim.

Mendengar penrnyataan itu, lalu Jaksa Penuntut Umum (JPU), Bani Immanuel G, SH bertanya kepada terdakwa, apakah terdakwa memiliki surat izin dari kedokteran Singapura? jawab terdakwa tidak ada. Selain itu, terdakwa Iskandarsupian juga mengakui kesalahannya kepada Jaksa.

Iskandarsupian juga mengaku bahwa Shabu seberat 1,50 gram dan Heroin seberta 0,45 gram yang dimilikinya itu, dibelinya dari seseorang bernama Ahmad (DPO) dari Singapura untuk dipakainya sendiri di Batam.

Maka dalam perkara ini, karena  terdakwa juga tidak memiliki atau mempunyai ijin dari pihak berwajib atau dari Departemen Kesehatan dalam hal kepemilikan barang bukti tersebut, maka Terdakwa  Iskandarsupian Bin Jani akan dijerat  Pidana dalam Pasal 111 Ayat (1) Undang - undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dalam pasal tersebut disebutkan bahwa, Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan  paling  banyak  Rp 8 Miliar. (Ag)

Rp 800 juta dan  paling  banyak  Rp 8 Miliar. (Ag)

Editor : Agus Budi T


loading...