Friday, 16 September 2016

Ini 5 sosok anggota Dprd Batam yang bijak cepat tanggap di setiap RDP dengan masyarakat

Dprd kota Batam
Dprd kota Batam.
Batam, Dinamika Kepri - Surat dari Pembaca. Sedikit mengulas sebelum ke topiknya, Anggota Dprd kota Batam terhitung sebanyak 50 orang sejak Pilkada 2014 lalu, yang mana sebelumnya hanya 45 orang, namun karena melihat banyaknya minat penduduk Batam ingin menjadi anggota Dewan, maka kuwotanya ditambah 5 kursi dan menjadi sebanyak 50 kursi.

Maka dari ke 50 anggota dewan anggota tersebut terbagi menjadi 4 komisi yakni komisi I, II, III dan yang terakhir komisi IV. Dari ke 50 dewan berbagi tugas dan jabatan yang terdiri dari 4 setingkat pimpinan, 1 ketua serta 3 wakilnya. sedangkan di komisi, 4 ketua beserta jajarannya yang terbagi beberapa jabatan lainnya. serta 9 orang lagi sebagia ketua Fraksi.

Ternyata dari para anggota dewan Batam ini terdeteksi, ada anggota yang tidak tahu persis atau tidak menguasai bidang kerja di komisinya alias salah jurusan. Terlihat serasa mampu mengikutinya, namun seakan tidak menjiwai, kesannya  hanya berusaha beradaptasi.

Terang saja karena itu bukan bidangnya, terkesan salah komisi sebab sebelumnya juga diduga  kuat salah jurusan karena ada kepentingan. Bayangkan saja, tukang kue ditempatkan jadi tukang bengkel. tentu saja itu tidak nyambung.

Kembali ke topik judul yang menyebutkan,  ' Ini 5 sosok anggota Dprd Batam kategori bijak di setiap RPD dengan masyarakat'. Ya.. pastinya semua anggota Dprd Batam sudah pernah ikut dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama dengan masyarakat.

Dan RDP itu tentunya sesuai di bidang kerja di komisinya masing-masing. Namun tidak semua anggota Dprd Batam bisa lansung nalar atau mengerti apa tujuan mereka melakukan rapat. dan yang paling parahnya lagi, saat acara masih berlansung, ada yang juga anggota dewan nylonong pergi entah kemana dan tak kembali lagi sampai acara selesai. kesannya tidak menghargai.

Maka tidak heran dan terpantau selama ini,  baik itu disetiap ada acara RDP, Pansus, Banggar maupun acara Paripurna, terlihat sebagian anggota Dewan Batam, cuma hadir, duduk, dan nyimak dan pulang, Tidak ada intrupsi, tidak ada kata menolak mapun ada niat untuk memberi masukan.

Dan uniknya lagi, ketika di saat pimpinan Dprd menanyakan kepada seluruh anggota dewan yang hadir dalam Paripurna, dengan pertanyaan, "Apakah semua yang hadir menyetujuinya ?, maka tampa berpikir langsung dijawab 'Setuju',

Ya..setiap ditanya Pimpinan, " Apakah semua yang hadir menyetujuinya ?" jawabnya selalu setuju. Apapun yang tanya, semua  di jawab setuju,  Padahal sejak dari mulai masuk sampai acara hendak selesai, semuanya telihat main HP masing-masing, sibuk dan asyik sendiri.

Dan anehnya, setelah sidang paripurna selesai dilakukan dan ditanda tangani, ada yang terlihat tidak senang, ngomel-ngomel sendiri seperti tidak terima dengan hasil keputusan padahal saat ditanya, ia juga menjawab dengan setuju,

Namun ada dugaan sebagian anggota dewan yang ngomel sendiri itu, tidak berani melakukan intrupsi di saat sidang berlansung, pasalnya ada dugaan takut sama ketua fraksinya ataupun takut dengan ketua partainya, maksud takut ialah, takut jika nantinya tidak sejalan dan takut di SP ataupun di PAW kan partainya. terang saja, Anggota Dewan itu hanya 20% miliknya rakyat sedangkan 80% lagi, ialah kepentingan partai dan kelompoknya.

Kendati demikian prediksinya, juga tidak menutupi, ada juga yang pro dengan kepentingan masyarakat, dimana itu  terlihat  selalu hadir jika ada RDP komisinya masing-masing, adapun orang sosok yang dimaksud tersebut antara lain yakni,
  1. Nyangyang Haris Pratimura. SE. dari komisi I
  2. Harmidi Umar Husen, SH. dari komisi I
  3. Uba Ningan Sigalinging. SH. dari komisi IV
  4. Jefri Simanjuntak. SE. dari komisi III.
  5. Aman.SPd. dari komisi IV.

Dari kelima sosok ini, tentu mempunyai ciri khas masing-masing dalam menyampaikan penyampainnya kata dalam setiap melakukan pertemuan RDP dengan masyarakat. mereka berusaha terlebih dahalu memberikan rasa nyaman setelah itu barulah mendengar apa keluhan serta memberikan masukan dengan arif dan bijaksana.

Berusaha dan cepat menemukan dimana benang merah dari setiap permasalahan yang di RDP kan, Dan lagi, selalu berusaha agar di setiap RDP bisa dapat mencapai kata mufakat. Mencarikan solusi yang terbaik. Dari ke anggota dewan ini terlihat, lebih bijak, teliti, arif, dan cepat tanggap, mengerti apa maunya masyarakat.(Ag)

Editor : Agus Budi T