Wednesday, 7 September 2016

Hutang tidak dibayar, PT.International Marine Trading Gugat PT Multi Prima Shipyard

PT. Multi Prima Shipyard
Pihak tergugat, PT. Multi Prima Shipyard (tengah) saat sidang di dampingi 2 kuasa hukumnya.

Batam, Dinamika Kepri- Melaui kuasa hukumnya (Advokad) Tantimin dan Rekan, Pemilik PT. Cindo International Marine Trading (CIMT), Shan Ehua atau yang akrap dipanggil David Shan menggugat Perusahaan rekan bisnisnya PT. Multi Prima Shipyard (MPS), lantaran  tidak mau membayar hutang tagihan biaya pembayaran barang berupa sebanyak 4 unit Nov Cran 12 meter.

Padahal dari pihak CIMT sudah menagihnya sebanyak 10 kali kurun waktu yang berbeda dengan memasukan tagihan maupun Invoicenya, namun PT.MPS tidak memberikannya respon tampa alasan yang jelas, hingga terjadilah penggugatan.

Dalam sidang  perdata yang dilakukan, Selasa (6/9/2016) di Pengadilan Negri (PN) Batam, Saksi menuturkan, Ia sudah 10 kali memasukan tagihan invoice ke PT.MPS untuk menagih pembayaran sebanyak 4 unit Nov Crane, namun pihak perusahaan tidak mau membayar tampa alasan yang jelas.

Dan yang paling anehnya lagi, Pembelian barang itu bukan terjadi satu kaligus, namun berkali-kali, tetapi dari pembelian 4 unit Nov Crane itu, ternyata satupun belum ada yang dilunasi. namun ordoren barang bisa berkali-kali. Terkait hal itu, dalam sidang saksi mengatakan, karena saling percaya.

Namun air susu di balas air tuba, sebab rasa percaya saksi kepada pihak tergugat, malah di balas dengan pengabaian, hingga membuat saksi merasa bersalah kepada perusahaan tempat ia bekerja.

Dan usai persidangan ingkar janji ini dilakukan, ketika awak media www.dinamikakepri.com menanyakannya, apa alasan dan kendala mengapa PT. PMS tidak sudi membayarkannya, wakil perusahaan yang mengikuti sidang saat itu menjawab, semua barangnya rusak,

"Bagaimana mau membayarnya, sedangkan semua barangnya itu rusak," jawab dia singkat kepada media ini.

Ketika ditanyakan lagi apa hubungannya dia dengan saksi, Ia mengatakan bahwa saksi tersebut adalah  sepupunya. Pantas saja, saksi percaya begitu saja, ternyata masih ada hubungan keluarga. ketika ditanya lagi kepada saksi, Ia juga membenarkannya.

Dan sebelum mengakhiri perkataannya kepada media ini, perwakilan PT. PMS itu dengan lantang mengatakan bahwa perusahaan yang menggugatnya itu adalah penipu.

" Itu penipu, sudah banyak yang ditipunya itu," kata dia sembari pergi melangkahkan kakinya.

PT. Cindo International Marine Trading adalah salah satu perusahaan di Batam milik Warga negara indonesia yang beralamat di Komplek Kepri Mall Ruko No 61-62, bergerak di bidang usaha perdagangan (Ditributor) alat-alat tranportasi laut, suku cadang alat-alat berat maupun mesin dan perlengkapan kapal.

Sedangkan PT. Multi Prima Shipyard sendiri yakni beralamat di Jalan Sei Binti No 51, Sagulung Batam, Kepri yang bergerak di usaha galangan kapal.

Tidak sampai disitu saja, sidang ini masih akan dilanjutkan kembali pada hari Kamis tanggal 8 September 2016 mendatang. bahkan hakim juga berjanji agar kasus perdata ini, bisa segera diputuskan.(Ag)

Editor : Agus Budi T