Thursday, 8 September 2016

Sebut nama 'Butong Samosir' Hakim pesan, Kapolda Kepri tangkap orang yang dimaksud

Ilustrasi, Foto/dok : daftartogel.info
Batam, Dinamika Kepri - Sidang terhadap terdakwa Gustap Gultom tersandung kasus perjudian sijie, Kamis (8/9/2016) kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam guna mendengarkan kesaksian.

Menurut saksi penangkap (Polisi), katanya sebelumnya Gustap Gultom ditangkap, saksi awalnya mendapat informasi dari masyarakat, bahwa di salah satu kedai kopi di Jodoh, menyebutkan telah dijadikan sebagai tempat transaksi judi Sijie.

Dari  informasi itu, maka dilakukanlah penyisiran ke ketempat yang dimaksud. ternyata  benar saksi mendapati seseorang  Pria sedang melakukan perekapan nomor Sijie di salah warung kopi disamping Pos Satpol-PP di sekitar Pasar Induk, dan saat itu lansung ditangkap.

Dalam penangkapan itu, kata saksi selain mengamanka pria bernama Gustap Gultom, juga berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa uang sebesar Rp2,6 juta beserta 2 unit handphone, kalkulator, buku tulis rekapan nomor sijie beseta buku tafsir mimpi.

Dan yang paling uniknya,  saat hakim bertanya siapa bos dari Sijie itu kepada terdakwa, Gustap Gultom bernyanyi merdu menyebutkan nama tokenya,  "Butong Samosir yang mulia." kata terdakwa.

Mendengar itu pengakuan saksi, dalam sidang hakim tampak merasa jengkel kepada saksi penangkap, Pasalnya saksi dinilai hanya mampu menangkap para perekap sedangkan bos-bos besar Sijienya, bebas berkeliaran.

Pesan Hakim kepada saksi Polisi dalam sidang, " Jika mau serius berantas judi sijie, tangkap dong bosnya, jangan jurtul saja yang ditangkap, tolong ya sampaikan pesan ini  ke Polda,  karena ini sudah gawat negara ," ucap Hakim Tofik dalam sidang.

Selain itu, hakim juga meminta saksi untuk segera dapat menangkap Bos Sijie yang dimaksud, kata hakim lagi, "Coba kau cari lagi bos sijie si Butong itu,  mungkin sekaran dia sudah di rumahnya," kata hakim pada saksi  lagi

Dan yang paling sedihnya lagi, terdakwa Gustap kepada hakim menyampaikan unek-uneknya, Katanya ia merasa keberatan sebab hanya dirinya seorang yang ditangkap oleh polisi.

"Saya keberatan yang mulia, karena hanya saya saja yang ditangkap, sementara Bos dan yang lain tidak di tangkap," ucap terdakwa kesal kepada hakim.

Dalam kasus ini, terdakwa Gustap Gultom di jerat pasal 303 ayat (1) ke 2 KUHP Jo pasal (2) ayat (1) UU Nomor 7 tahun 1974 atau pasal 303 bis ayat (1) ke 1 KUHP Jo pasal (2) ayat (2) (4) UU No.7 tahun 1974 dengan hukuman maksimal  10 tahun penjara.(Ag)

Editor : Agus Budi T