Thursday, 8 September 2016

Catat...!, SiLPA Batam tahun 2014 total jumlahnya tidak singkron, Selisih Rp 1,7 Miliar

Gedung Kantor Pemko Batam.
Batam, Dinamika Kepri - Setelah  jauh masuk merevew SiLPA Batam Tahun 2014 Pemerintah kota Batam, terlihat menunjukan keganjilan dengan perubahan jumlah yang begitu fantastik yakni dari Rp 266,677,946,891,91  menjadi Rp 246,969,086,841,91. Maka itu terdapat selisih Rp. 1,708,860,050.

Padahal sebelumnya,  jumlah dana SiLPA tahun 2014 ini telah di tetapkan diangka Rp 266,677,946,891,91 dan itu adalah hasil audit dari pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan juga sudah ditetapkan di paripurna Dprd Batam kala  itu.

Namun entah mengapa, nominal angka-angaknya dapat berubah. Maka dengan adanya selisih jumlah sebesar Rp 1,7 Miliar ini, tentunya layak di pertanyakan kepada pemerintah kota Batam, siapa yang bertanggung jawab, kata seseorang yang namanya enggan dituliskan, Kamis (8/9/2016) menuturkan kepada media ini.

Adapun yang layak dipertanyakan dalam hal ini, kata dia antara lain, Mengapa  SiLPA dikoreksi kembali oleh Pemko Batam dengan secara sepihak, Bukankah SiLPA tersebut sudah melalui pemeriksaan BPK dan sudah ditetapkan melalui Paripurna Dprd kota Batam sebelumnya?, Dan mengapa pula Pemko Batam dapat kembali melakukan koreksi tampa sepengetahuan Dprd Batam? tanya dia penasaran.

Katanya lagi, dari hasil koreksi yang dimaksud, terdapat selisihnya sebesar Rp. 1,708,860,050, yang mana pengurangannya terdapat pada dana bergulir BLUD Dinas PMPK dan UKM kota Batam, dimana kesalahan pencatatannya dilakukan oleh dinas tersebut, dan diakomodir oleh Pemko Batam dengan cara melakukan koreksi sepihak.

Pertanyaannya, apa dan bagaimana kebijakan pemko Batam untuk mempertanggungjawabkan hal itu? tentunya itu harus dipertangung jawabkan, kemana  Rp 1,7 miliar tersebut mengalir. Mungkin bagi sebagian orang, itu jumlah nominal yang sedikit, namun itu uang rakyat dan harus dipertanggung jawabkan, kata dia mengakhiri.

Sedikit menjelaskan apa itu SiLPA, SiLPA adalah sisa lebih perhitungan anggaran, yaitu selisih lebih realisasi penerimaan dan pengeluaran anggaran selama satu periode anggaran.

Contoh misalnya ialah realisasi penerimaan daerah tahun anggaran 2019 adalah Rp 571 Milyar, sedangkan realisasi pengeluaran daerah adalah Rp 524 Milyar, maka SiLPA nya adalah Rp 47 Milyar.

Bukan seperti SiLPA Batam  tahun 2014 ini, selisihnya mencapai Rp 1,7 Miliar. Logikanya 1+2=3, namun dalam hal ini 1+2=2, dan wajib dipertanyakan, kemana 1 lagi.(Ag)

Editor : Agus Budi T