Monday, 26 September 2016

Cabuli anak tiri, Pelaku : Anak itu memang sudah tak perawan lagi

Muhammad.
Batam, Dinamika Kepri - Muhammad nama pria ini, kendati namanya Muhammad, namun kelakuannya sangat bejat, karena Ia tega mencabuli anak tirinya yang masih belia berumur 12 tahun.

Lelaki berumur 43 tahun yang tinggal di Blaloi Kolam ini, ditangkap polisi sektor Batam kota lantaran dilaporkan istrinya karena telah mencabuli anak tiri perempuannya.

Muhammad ditangkap pada minggu (25/9/2016) pagi di Baloi kolam. Sebelum ditangkap polisi, kata Kapolsek Batam kota, Kompol Arwin menyebutkan, Anggotanya sempat mendapatkan banyak perlawanan argumen dari pelaku yang katanya sok paten ini. Namun setelah dibawa ke kantor Polisi, pelaku akhirnya mengakui semua perbuatannya.

" Sebelum ditangkap, pelaku ini sempat banyak argumen sok paten, katanya dia banyak kenal petinggi Polri, ya tujuannya mungkin untuk mengelak dari perbuatannya agar tidak tangkap, namun setelah dibawa ke kemari, ia akhirnya mengakui semua perbuatannya, " kata kompol Arwin, Senin (26/9/2016) diruang kerjanya.

Kepada media pelaku ini mengaku telah mencabuli anak tirinya selama tiga kali dengan cara memasukan jari tangannya ke alat intim dan menghisap-hisap puting payudara anak tirinya.

Terungkapnya pencabulan ini, lantaran istrinya ibu korban, merasa curiga dengan kondisi anak perempuannya yang masih duduk di kelas V SD masuk ke kamar mandi dengan basah di celana dalamnya.

Sebelumnya si korban itu sebut saja namanya bunga, berbohong kepada ibunya karena takut  di bawah ancaman pelaku. Namun setelah di desak, akhirnya mengakui perbuatan ayah bejatnya.

Selain itu, kepada media disaksikan oleh Kapolsek, pelaku mengatakan bahwa anak tirinya itu sudah tidak perawan lagi sebelum dicabulinya.

" Ya pak..anak itu memang sudah gak perawan lagi, sudah rusak diluan." kata pelaku seperti merasa tidak bersalah.

Dalam kasus ini, pelaku ini akan dijerat pasal pelecehan seksual KUHP Pasal 281, 282 dan juga diancam pasal perlingungan anak dengan hukuman ancaman maksimal 20 tahun penjara.(Ag)

Editor : Agus Budi T