Wednesday, 28 September 2016

Bidan Endang Sulaswati : Saya tidak pernah katakan pasien telah DBD

Endang Susilawati
Bidan, Endang Sulaswati. A.Md.Keb
Batam, Dinamika Kepri - Setelah 4 hari mendapat perawatan di RSBP Batam Sekupang, Selasa (27/9/2016) dini hari pukul 1: 00 Wib, pagi, Ahmad Royadi (35) penderita demam berdarah yang tinggal di Kavling Patam Indah, akhirnya meninggal.

Kepada media ini, Kata RT 07/RW 01 Patam Indah, Maudi (43) menuturkan, pada hari Kamis 22 September 2016 lalu, korban ini awalnya dibawa ke Puskesmas terdekat di Patam Lestari.

Dari hasil pemeriksaan itu, katanya Bidan Endang menyebut korban ini, telah menderita demam berdarah dan juga telah mengarahkannya agar keluarga, segera membawanya ke rumah sakit, namun tidak dilakukan oleh pihak keluarga malah menahannya di rumah..

Tetapi selang hari kemudian karena kondisi korban terlihat semakin parah , korban lalu dibawa ke RSBP Sekupang untuk menjalani perawatan, namun setelah beberapa hari menjalani rawatan, penderita DBD ini akhirnya meninggal.

Menurut pengakuan dari RT Maudi, kepadanya Dokter RSBP  Batam mengatakan, mendiang menderita penyakit paru- paru yang sudah kronis dan tidak dapat di tolong lagi.

" Kalau kata Dokter RSBP Sekupang, mendiang ini menderita penyakit paru- paru, bukan DBD, Makanya saya juga tidak bisa menyimpulkan apakah meninggalnya karena DBD atau karena penyakit paru- paru, tetapi yang jelasnya kata Bidan Endang, almarhum ini terkena DBD." kata Maudi sedih.

Mengenai katanya korban ini telah menderita DBD, Selasa sore (27/9/2016), sesudah korban diduga DBD ini dikebumikan di TPU sei Tamiang, awak media ini menyambangi tempat Praktek Bidan Edang Sulaswati.A.Md.Keb di Patam Lestari kelurahan Patam Lestari Sekupang.

Kepada media ini, Bidan Endang Sulaswati A.Md.Keb. mengatakan bahwa dirinya tidak pernah sekalipun mengatakan kepada pasiennya telah menderita demam berdarah (DBD), alasannya bahwa untuk mengetahui seseorang telah menderita DBD  harusnya melalui pemeriksaan uji Lab dan cek darah.

"Saya tidak pernah mengatakan pasien manapun kalau ia telah menderita DBD, menganjurkan iya, maksudnya menganjurkan jika ada pasien yang mengalami demam tinggi, saya menganjurkan agar segera di bawa berobat kerumah sakit, agar dilakukan cek darah, karena sekarang ini, wabah DBD memang sedang menyerang. Itu yang saya katakan, saya tidak juga berani mengatakan pasien telah DBD, sedangkan peralatan untuk melakukan pengecekan untuk disini, itu tidak. Jadi perlu saya pertegas lagi, saya tidak pernah menyampaikan kepada pasien saya, bahwa ia menderita DBD,'' kata Endang Sulaswati yang bertugas sebagai Bidan desa di Patam Lestari, Sekupang, Batam, ini.

Menanggapi telah meninggalnya dugaan korban penderita DBD ini,  Bidan Endang dan petugas kesehatan lain yang kebetulan ada bersamanya saat itu mengatakan, akan mengecek hasil diagnosa dari RSBP Batam dahulu, jika memang nanti korban meninggal karena DBD, maka pihak mereka beserta Dinas kesehatan, ucapnya, akan turun untuk menyurpai lokasi Kavling Patam Indah.

Menurut mereka lagi, selama ini bahwa Kavling Patam Indah, rawan dari sarang nyamuk Aedes aegypti, karena di Kavling  Patam Indah, banyak genangan air.(Ag)

Editor : Agus Budi T