Saturday, 3 September 2016

Begini kondisi pengungsi di Batam, Semakin memprihatinkan

Pengungsi Timur Tengah, Tampak sedang tertidur di sekitar pekarangan Dprd Kota Batam, Sabtu (3/9/2016).
Batam, Dinamika Kepri - Dari sekian lamanya para pengungsi pencari suaka politik ini bertahan di Taman Aspirasi Batam Center, terlihat sama sekali, tidak ada perhatian dari pemerintah Kota Batam untuk menanganinya.

Sejalan waktu seiring berlalu, jumlah pengungsi ini bukannya makin berkurang, malah semakin bertambah, hingga tempat mereka untuk berkemah di Taman Aspirasi depan kantor Imigrasi klas I Batam itu, tidak lagi memadai.

Akibatnya mereka sering berkeliaran. Jika siang hari panas terik menerpa, sebagian para pengungsi juga memilih tiduran di sekitar pekarangan kantor Dprd Batam. Tampak seperti pada gambar diatas. Wanita asal  Timur Tengah ini, terlihat tiduran sembari mengeluarkan air matanya. Diduga ia saat itu sedang meratapi nasib kehidupannya yang tidak pasti. ia seperti putus harapan semangat hidup, Pasalnya sampai saat ini,  komplik perang di negaranya juga tak kunjung usai.

Para pengungsi ini, terlihat menyedihkan dan sangat memprihatikan, kendati situasinya sudah demikian, sepertinya mereka ini jauh dari perhatian oleh pihak manapun.

Menanggapi hal ini, kepada media sebelumnya, Kabag Humas Pemko Batam, Ardi Winata menyebutkan bahwa para pengungsi tersebut, di biayain oleh Badan urusan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR).

Ia juga memastikan, bahwa semua pengungsi tersebut, juga telah di fasilitasi oleh UNHCR agar mereka semua tinggal di Hotel Kolekta. Nagoya, Batam.

Itulah kata Ardi Winata kepada awak media ini kala itu saat dimintai tanggapannya terkait para pengungsi ini. Namun tidak tahu mengapa pada kenyataan dilapangan saat ini, para pengungsi masih saja berkeliaran dan memilih tinggal di Taman Aspirasi dan berkeliaran sekitar gedung kantor Dprd Batam.

Siang hari pengungsi ini memilih tiduran di pepohonan sekitar Dprd dan jika sudah malam, para pengungsi yang berjumlahnya lebih dari seratus orang tersebut, tidur teras kantor Dprd. Dan yang paling sedihnya lagi, pengungsi ini juga ada yang memiliki bayi, sebagian lagi ada juga beberapa wanita yang sedang hamil.

Di dalam UUD 1945 pasal 28 tentang suaka Politik dalam Negara Indonesia, secara formal yuridik mengakui bahwa mencari suaka untuk memperoleh perlindungan politik dari negara lain merupakan salah satu hak asasi setiap orang (ketetapan MPR NO.XVII/MPR/1998 tanggal 13 November 1998, piagam HAM, pasal 24).

Dan sehubungan dengan itu, kewenangan pemberian suaka berada pada presiden Pasal 25 ayat 1, Dan pelaksanaanya diatur lebih lanjut dalam Kepres Pasal 25 ayat (2). Di samping itu presiden juga menetapkan kebijaksanaan masalah pengungsi dengan memperhatikan pertimbangan menteri pada Pasal 27. Jika demikian, bagaimana perhatian Pemko Batam?.(Ag)

Editor : Agus Budi T


loading...