Tuesday, 30 August 2016

Virus Zika melanda Singapura, Kadinkes Batam minta awasi ketat Pelabuhan dan Bandara

Kepala Dinas kesehatan kota Batam, Drg. H. Chandra Rizal. M.Si
Kepala Dinas kesehatan kota Batam, Drg. H. Chandra Rizal. M.Si, dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana saat melakukan jumpa Pers, Selasa (30/8/2016).

Batam, Dinamika Kepri - Dalam rangka memerangi Virus Zika yang mulai kabuh lagi, dimana saat ini telah melanda sebagian negara di Amerika seperti Florida bahkan sudah menyebar hingga ke Asia seperti ke negara Singapura.

Maka itu sebagai untuk langkah menjaga dan antisipasi penyebaran masuk ke Indonesia ke khusus Batam,  Kepala Dinas kesehatan kota Batam, Drg. H. Chandra Rizal. M.Si, dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana melakukan kunjungan ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Batam untuk melakukan penyuluhan sekaligus melakukan jumpa Pers dengan para awak media, Selasa (30/8/2016).

Kepala Dinas kesehatan kota Batam, Drg. H. Chandra Rizal. M.Si kepada media mengatakan, katanya Untuk mengantisipasi Virus Zika yang saat ini sudah berdar di Singapura,  maka itu Chandra Rizal meminta agar petugas Pelabuhan dan bandara dapat mengawasi selama 24 jam  sehari. alasannya bahwa untuk saat ini telah ada 41 warga Singapura yang positf menderita Virus Zika di Negaranya, dan ditakutkan jika para pendedrita tersebut,  masuk ke Batam.

Selain itu Kepala Dinas kesehatan kota Batam, juga meminta agar para perenagkat RT, RW dan para kepala Puskesmas Se Batam dapat mensosialisasikan tentang bahaya Virus Zika kepada seluruh masyarakat.

Katanya lagi, jika ada masarakat yang kena penyakit ini, dapat segera dibawa ke Rumah Sakit Embung Fatimah sebab pemerintah kota Batam telah menyiapkan rumah tersebut sebagai tempat penanganannya.

Tambahnya mengakhiri mengatakan, bahwa sampai saat ini belum ada obat untuk penyembuhan penyakit tersebut, kendati ada obat yang digunakan sementara ini,  masih bersifat sebatas obat untuk pencegahan saja.

Wikipedia menuliskan, Virus Zika (ZIKV) merupakan sejenis virus dari keluarga flaviviridae dan genus flavivirus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Virus ini dapat menyebabkan sakit yang ringan kepada manusia yang dikenal sebagai demam Zika atau penyakit Zika.

Penyakit Zika sendiri mulai diketahui terjadi di daerah khatulistiwa Afrika dan Asia sejak 1950-an. Kesakitan tersebut adalah satu bentuk penyakit ringan dari demam dengue, dimana sesorang yang terjangkit dirawat melalui istirahat dan tidak bisa dicegah melalui obat-obatan atau vaksin.Penyakit Zika memiliki kaitan dengan demam kuning dan virus Nil Barat yang dibawa oleh flavivirus bawaan artropoda yang lain.

Pada 2014, virus ini menyebar ke timur melintasi Samudra Pasifik ke Polinesia Perancis, kemudian ke Pulau Paskah dan pada tahun 2015, ia menyebar ke Amerika Tengah, Karibia, dan kini ia menyebar ke Amerika Selatan sebagai satu wabah besar.

Pada Januari 2016, Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mengeluarkan panduan perjalanan untuk negara-negara tejangkit wabah, termasuk panduan langkah pencegahan yang dipertingkatkan dan pertimbangan untuk menunda kehamilan bagi wanita.

Menurut laporan, transmisi virus Zika pada janin dapat menyebabkan mikrosefalus pada bayi yang baru lahir. Badan-badan kesehatan dan pemerintah lain juga mengeluarkan peringatan yang serupa, sedangkan negara-negara seperti Kolombia, Ekuador, El Salvador, dan Jamaika, menasihati wanita untuk menunda kehamilan sehingga risiko tentang virus tersebut dapat lebih diketahui.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai penyakit yang terkait dengan virus Zika di Amerika Latin pada akhir tahun 2015 hingga Januari 2016 telah menimbulkan keadaan darurat kesehatan bagi masyarakat. Oleh sebab itu, WHO mengumumkan Status Darurat Kesehatan Internasional.

Sedangkan ciri-ciri penderita penderita virus Zika diantaranya, mengalami demam, kulit berbintik merah, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, sakit kepala, kelemahan dan terjadi peradangan konjungtiva.(Cn)

Editor : Agus Budi T