Sunday, 28 August 2016

Berlama di rumah mertua katanya seperti di Neraka, Benarkah? Ini tips mengatasinya

Ilustrasi, Foto/dok : @ biummi.com

Batam, Dinamika Kepri - Surat dari Pembaca. Bukan rahasia lagi jika pasangan setiap nikah manapun tentu tidak mau tinggal berlama serumah dengan mertuanya. Baik itu menantu laki maupun menantu perempuan, kecuali terpaksa karena keadaan. Sebab banyak yang harus dijaga belum lagi gunjingan dari para tetangga mertua.

Bukan apa-apa, kehidupan salah satu dari pasangan nikah itu (suami/istri), dipastikan tidak akan merasa nyaman. Apalagi itu menantu perempuan. habislah engkau..! di jamin tiap harinya pasti makan hati, karena si mertua perempuan (Ibu suami=red) akan terus memantau bagaikan CCTV. Memperhatikan apa saja yang dilakukan menantunya, dirumahnya.

Mertua laki-laki mungkin masih ada rasa toleran, beda dengan mertua perempuan, Ia merasa tersaingi karena rasa cinta dan perhatian anaknya, berkurang sebab telah diambil menantunya. Maka itu berbagai cara dilakukan mertua si perempuan, untuk mencari-cari kesalahan menantunya agar dapat diomelin dengan leluasa.

Apalagi tinggal serumah seatap, ditambah lagi sudah lama tidak menikah namun tak kunjung memberikan cucu, tentu tak bisa dibayangkan, bagaimana rasa kesal yang dirasakannya. mungkin juga kata-kata sumpah serapah maupun nama-nama binatang yang ada diragunan akan diucapkan semua, jika menantunya khilap melakukan keselahan.

Tinggal serumah dengan mertua tentunya membuat hidup tidak nyaman, serba salah, kebebasan seperti hilang, terkekang sering membuat kegaluan, perasaan jadi sentimentil dan makan hati.

Mertua dan menantu memang sering perang dingin, itu sudah biasa. jika anda tidak ingin itu terjadi, berikut tips agar anda berhasil melaluinya dengan selamat. Jika posisi anda seorang istri, mintalah suami anda agar lebih bertanggung jawab terhadap hubungan pernikahan anda.

Hubungan antara mertua dan menantu sering menjadi tidak harmonis ketika ibu mertua merasa mereka harus membantu putranya untuk menyelesaikan persoalan. Minta suami untuk bersikap bijak dengan tidak selalu menceritakan masalah rumah tangga kepada ibunya, agar ibu mertua Anda tak terganggu oleh masalah yang sedang dihadapi anaknya.

Mertua dan menantu manapun pasti akan terlibat dalam perang berkepanjangan jika suami/istri Anda tidak segera mengubah kebiasannya mengadu. Jadilah bagian dari keluarganya, Hargailah keberadaan mertua dengan pura-pura bertanya tentang tingkah laku suami di masa kecilnya, walaupun sebenarnya anda sudah tahu duluan dari cerita suami anda.

Hubungan mertua dan menantu bisa menjadi tidak harmonis ketika Anda bersikap alay, sehingga ibu mertua menganggap anda telah merebut anaknya. selain itu, jadikanlah mertua itu sebagai orang tua anda yang ke-2, Niscaya semua akan baik-baik saja.

Dan yang terakhir, cobalah melakukan kegiatan bersama dengan mertua tujuannya agar kedua belah pihak jadi lebih akrab jika sering melakukan banyak hal bersama. tentu akan terbina ikatan emosional yang baik. contohnya melakukan kerja sama saat memasak atau berbelanja pasar.

Semakin anda sering berinteraksi dengan mertua, maka semakin baik pula dampaknya. dan jangan lupa pelajari juga apa saja yang tidak disukai dan apa yang disukainya, tujuannya agar anda bisa memberi kejutan yang sesuai dengan keinginannya. jika itu terjadi pasti katanya, " Kamulah menantu kesayanganku". Selamat mencoba, dan bisa bermamfaat untuk anda. (*)

Editor : Agus Budi T