Friday, 12 August 2016

Ternyata ini alasannya, Mengapa kebanyakan anak orang kaya malas belajar di sekolah

guru bahasa inggris
Ilustrasi, Foto : @ sulsel.pojoksatu.id

Medan, Dinamika Kepri- Selama lima jam awak media ini duduk sebangku bersama seorang guru Bahasa Inggris di dalam Bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) dari Toba Samosir (Tobasa) menuju Rantau Prapat, Labuhan Batu, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (10/8/2016) lalu.

Sebelumnya awak media ini malu-malu untuk menyapanya alasannya, takut kalau-kalau nantinya enggak nyambung alias tulalit, namun karena ia saat itu masih memakai pakaian batik seragam guru, maka awak media penasaran dan berusaha menyapanya mengapa ia memakai baju guru di dalam  Bus saat itu. sebab bagaimanpun,  jarang-jarang ada guru berpakaian Dinas bepergian dengan jarak kurang lebih dari 500 Kilo meter (KM).

Mendengar sapaan dari wartawan ini,  Eh.. ternyata nyambung juga. ia menjawab dengan bahasa yang lembut menunjukan kalau dirinya adalah wanita yang berpendidikan. Betul kata orang bijak, padi yang berisi akan selalu menunduk.

"Ya benar, saya seorang guru, saya guru bahasa Inggris SMA, kebetulan saya dari Tobasa ada urusan pekerjaan dan hendak Pulang ke Rantau Parapat," jawab dia sebut saja namanya SP.

Usai sapaan itu, maka terjadilah perkenalan antara dua insan makluk Tuhan yang berbeda di dalam Bus tersebut, setelah itu lalu pembicaraan pun terus berlanjut tampa henti seakan bebas roaming hingga Bus berhenti di kota tujuannya.

Sebelum turun dari Bus, ia mengatakan "Sampai berjumpa kembali", lalu awak media ini jawabnya, " Ya Terimakasih, senang bisa berkenalan denganmu. Tak menunggu lama bus yang ditumpangi awak media ini pun melaju kencang seperti dikejar hantu meninggal kota itu menuju ke Dumai, Riau. Pasalnya si supir takut jika penumpangnya tujuan Batam Nantinya terlambat tiba di loket kapal Fery Dumai.

Dalam perbincangan sebelumnya kepada media ini selama perjalanan menuju kota perhentiannya, Wanita manis yang mengaku sebelumnya sudah 10 tahun mengajar pendidikan bahasa Inggris di SMA Tobasa itu mengatakan, sangat miris dan sedih melihat tingkah laku para murid didik saat ini.

Katanya selain murid malas belajar, murid juga kerap berpotensi membahayakan para gurunya jika tidak diluluskan. Kata dia itu sangat aneh jika dibandingkan saat ia mengeyam pendidikan dahulu. Ucapnya mengenang, dahulu murid begitu takut, segan pada gurunya, tetapi kini tidak lagi, sudah terbalik malah guru yang takut sama muridnya.

"Dahulu kita yang takut dan segan pada guru, Tetapi sekarang sudah beda terbalik, malah guru yang takut dengan muridnya, habis mau gimana lagi, baru di jewer saja sudah lapor ke Polisi, jika demikian kondisinya, bagaimana guru bisa maksimal mengajar muridnya, sedangkan murid didik tidak mau tahu, yang penting bisa lulus tampa memerdulikan ilmu pengetahuan itu." kata SP yang sudah pindah tugas mengajar ke salah satu SMA Aek Nabara tersebut.

Selain itu ia juga mengaku sangat prihatin dengan murid didiknya di SMA di Aek Nabara yang mana kesannya saat ini, hanya menginginkan kelulusan saja tampa memperdulikan betapa pentingnya ilmu pengetahuan itu.

Kata dia, memang ada juga murid yang serius belajar, namun tidak banyak, yang serius belajar hanya murid yang berlatar dari kelurga dari tidak mampu saja, mungkin mereka sadar pendidikan itu penting karena tidak ada harta orang tuanya untuk diharapkan. Beda dengan murid didik berlatar belakang anak orang kaya, mereka terlihat malas belajar dan paling anehnya lagi, cita-cita mereka sama, jadi toke kelapa sawit.

"Saya juga pernah bertanya pada muridku menanyakan apa cita-citanya, terang saja ia menjawab dengan lugas, kalau cita-citanya mau jadi toke Sawit saja yakni menjalan usaha keluarganya . Dan bukan Ia saja yang menjawab demikian, yang lain juga mengatakan hal yang sama, jadi toke kelapa sawit, " kata SP kepada media ini sembari senyum geleng kepala saat mengenang perkatakataan muridnya itu.

Ketika awak media ini menayakan apa harapannya baiknya motivasi bagi seluruh murid didik disekolah saat ini, ia mengatakan," Buat murid -muridku, tetaplah giat belajar, dapatkan ilmu pengetahuan sebanyak mungkin, karena ilmu pegetahuan itu adalah bekal untuk dimasa depanmu, ingatlah ada banyak orang kini menyesal karena dahulunya ia lalai belajar dalam pendidikannya.

Maka sebelum  itu terjadi padamu, siapkan dirimu menyonsong hari esok lebih cerah, jangan termangun hanya berharap dari warisan dari orang tuamu, carilah untuk dirimu sendiri. Selain itu buktikan kalau kamu bisa lebih hebat dari orang tuamu. buatlah mereka bangga padamu." kata SP dengan harapan tinggi mengakhiri perbincangannya dengan awak media ini.(Ag)

Editor : Agus Budi T