Monday, 1 August 2016

Tejo Baskoro terdakwa kasus sabu 3.032 gram, Divonis 20 Tahun denda Rp 60 Miliar oleh PN Batam

Tejo Baskoro
Tejo Baskoro (Baju biru)
Batam, Dinamika Kepri- Tejo Baskoro terdakwa kasus sabu seberat 3.032 gram, di vonis 20 Tahun dan didenda Rp 60 Miliar oleh pengadilan negeri (PN) Batam, Senin (1/8/2016).

Vonis yang diberikan hakim kepada   Tejo Baskoro ini, lebih ringan dari tuntunan jaksa penuntut umum(JPU) yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman seumur hidup.

Atas putusan ini, kepada hakim, Tejo Baskoro mengatakan menerima hukumannya, namun beda dengan JPU, ketika ditanya hakim, Martua SH yang bertugas menjadi jaksa penuntut umum mengatakan kepada Hakim, pikir-pikir.

Hukuman Tejo Baskoro lebih ringan dari tuntutan JPU, baca hakim sebelum putusan bahwa terdakwa selama dalam persidangan berkelakuan baik, sopan dan tidak memberikan pernah keterangan-keterangan berkelit yang membingungkan dan mengakui semua kesalahan dari perbuatannya.

Selain dalam surat dakwaan yang dibacakan hakim terhadap  Tejo Baskoro ini menyebutkan, bahwa peran pengadilan bukan semata hanya untuk menghukum pelaku karena ingin membalas dari perbuatannya, namun pengadilan juga berperan untuk memberikan keringanan hukuman dan memberikan kesempatan jika pelaku ingin benar-benar berubah prilaku hidupnya dari sebelumnya.

Tejo Baskoro ini adalah warga Jawa Timur, sebelumnya ia juga sedang berstatus seorang warga binaan di tahanan dilapas di Surabaya, namun kendati ia masih dalam lapas, ia masih juga melakukan kegiatan dengan bermain narkoba jenis sabu hingga dirinya menjadi target BNN pusat.

Dalam aksinya terakhir ini, Tejo Baskoro sebelumnya mengirim kurirnya dua orang wanita yakni Sri Ummi dan Kurnia Wati ke Batam untuk membawa pesanan sabu seberat  3.032 gram, namun naas kedua kurirnya terebut, tertangkap oleh BNN Pusat di Batam saat hendak berkemas berangkat ke Surabaya.

Setelah ditahan pengakuan kedua wanita kurir tersebut menyebutkan nama Tejo Baskoro adalah sebagai pemilik barang haram yang dibawanya dan mengaku diberi dengan upah Rp 25 juta jika barang sampai ketujuan (Surabaya=red).

Mendengar pengakuan itu, maka itu Tejo pun dijemput dari lapas tempat dia menjalani hukumannya dari Surabaya, Tejo dibawa petugas BNN pusat ke Batam untuk memastikan kebenaran pengakuan Sri Ummi dan Kurnia Wati yang saat ini telah di vonis 18 tahun penjara PN Batam.

Dalam persidangan, Tejo membenarkannya tampa ada kelit, ia mengakui semua kesalahannya tersebut, dan ia juga tampak pasrah apapun bentuk hukuman yang akan ia diterimanya nantinya.

Selain itu dalam sidang pledoi sebelumnya juga, Tejo juga memohon agar hakim dapat memberikan keringanan hukuman pada dirinya dan berjanji kalau ia akan berusaha memperbaiki kehidupannya dimasa yang akan datang.

Maka setelah melihat pengakuan dari Tejo ini dan telah menimbang sana-sini, akhir majelis hakim memberikan ia keringanan hukuman, dari hukuman tuntutan JPU yang sebelumnya semur hidup menjadi 20 tahun penjara.(Ag)




Editor ; Agus Budi T