Monday, 22 August 2016

Sidang Eka Dilona dengarkan kesaksian, Saksi kunci : Saya tidak tahu, saya lupa

Sidang di PN Batam.
Batam, Dinamika Kepri - Sidang terdakwa oknum anggota Satuan Bribob Polda Kepri, Eka Dilona terduga pelaku penusukan terhadap Anwar Bapa Lego (24) hingga berujung kematian, hari ini (22/8/2016) digelar di PN Batam guna mendengarkan kesaksian.

Dalam sidang ini JPU menghadirkan 3 saksi antara lain Abas dan Filatus dari sekurity Pujasera Golden Land Batam Center, sedangkan 1 lagi saksi Indra diduga teman korban.

Dalam kesaksiannya kepada Hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dipersidangan, 2 sikurity pujasera Golden Land, Simpang Kara Batam Center, Abas dan Filitus menerangkan semua yang mereka ketahui, namun tidak tahu apa awal mula penyebab dari kejadian tragis yang terjadi pada tanggal 2 April 2016 pukul 2 dini hari itu.

Katanya keributan terjadi berawal dari kamar mandi pujasera antara saksi Indra dan terdakwa Eka Dilona. Maka melihat ada kegaduhan di kamar mandi, Lalu Saksi Filitus menghampirinya dan mengamankan satu diantaranya dengan tujuan untuk melerai dan juga untuk melindungi saksi Indra dari perkelahian dengan Eka Dilona.

Namun disaat sedang melindungi saksi Indra, tiba-tiba Anwar (korban) yang juga dilokasi malam itu, terlihat saksi Filatus,Anwar jatuh pingsan dari atas motornya.

Setelah saksi memastikan kenapa itu terjadi, saksi melihat Anwar  telah mengalami luka serius dibagian dileher kanannya. Dan kepada saksi Filatus korban sempat mengatakan kalau dirinya baru saja kena tikam.

Kata saksi  ia tidak sempat menanyakan siapa pelakunya karena korban sudah keburu pingsan dan langsung segera dilarikan oleh temannya bernama Ali ke rumah sakit dan mendengar kabar jika kalau Anwar sudah meninggal.

Dalam persidangan ini, ke 3 saksi tidak mengetahui siapa pelaku yang telah menikam Anwar. Terlebih lagi saksi Indra, dalam kesaksiannya kepada hakim menjawab, tidak tahu dan mengaku lupa apa yang sudah terjadi padanya pagi naas itu.

Bahkan siapa yang telah menusuknya, kepada hakim ia juga mengaku lupa, kecuali pesanannya nasi goreng, ia tetap mengingatnya hingga membuat hakim jadi penasaran.

"Kalau lupa, ya lupa sekalian, kenapa giliran nasi goreng telor ceplok anda ingat?" kata hakim penasaran.

Mungkin merasa kesal dengan kesaksian saksi Indra, Hakim juga meminta Jaksa agar kejiwaan saksi Indra nantinya juga dapat diperiksa. Pasal hakim penasaran, saksi Indra bisa lupa dengan semua kejadian tersebut. Padahal dalam kasus ini Indra adalah sebagai saksi kunci.(Ag)

Editor : Agus Budi T