Saturday, 20 August 2016

Belajar Dakwah di ADI, Azman malah diyakini alami gangguan jiwa

Saat Azman sedang kumat dan ditahan teman-temannya. Jumat (19/8/2016).
Batam, Dinamika Kepri - Azman (23) warga Pulau Labu Kelurahan Pulau Air Kecamatan Bulang disinyalir menjadi 'korban' pendidikan Akademi Da’wah Indonesia (ADI) Batam. 

Kondisinya saat difoto di rumah orang tuanya pada Jumat (19/8) pukul 05.00 tengah diikat ke dua kaki dan tangannya dan di zikiri oleh puluhan warga Pulau Labu.

Ayah kandungnya, Rahmat mengatakan ini sudah hari ke lima anaknya dengan kondisi demikian jika tidak diikat Azman akan berontak dan telanjang bulat.

Berdasarkan keterangan Pak Rahmat ayah kandung Azman, pada lima hari yang lalu Azman pulang ke rumah di Pulau Labu, terlihat  kondisi anaknya yang aneh lain dari biasa dengan berbicara dan mengoceh sendiri kemudian ditanya perihal kondisi anaknya kepada pihak ADI, Ustad Fadli, menjawab “itu kesurupan dan biasa terjadi di kampus ADI”.

Menurut Pak Mahdi Ketua RW Pulau Labu mengatakan bahwa yang dialami Azman itu bukanlah kesurupan dan diyakini adalah gangguan kejiwaan.

Tambahnya lagi, tegasnya mengatakan perlu diketahui, bahwa Azman merupakan mahasiswa angkatan pertama bersama 30 rekan lainnya yang baru sekitar dua minggu menempuh pendidikan da’wah yang diselenggarakan oleh ADI tanpa dipungut biaya alias gratis tapi wajib tinggal di kampus yang menumpang di Pondok Pesantren An Ni’mah Dapur 12 Sagulung, Batam, Kepri.

Menurut Ketua LSM Barelang Yusril Koto, disinyalir terjadi kegiatan malpraktik dosen mengajar yang memporsir sehingga memori otak Azman tidak mampu menampung muatan bahan ajaran dan menjadi lelah hingga mengganggu kejiwaan.

Selain itu Yusril Koto merasa geram mendengar jawaban Abdul Rahman pengelola kampus ADI saat ditanya lewat ponsel soal kondisi Azman menjawab jika korban ini, katanya sudah biasa  kesurupan.

Pak Rahmat menyesalkan hingga saat ini pihak ADi tidak peduli terhadap kondisi anaknya padahal sebelum masuk menjadi mahasiswa di kampus itu merupakan anak yang sehat dan enerjik.

Untuk itu besok Sabtu (20/8) rencananya bersama warga akan membawa Azman ke kampus ADi untuk meminta tanggung jawab pihak dari pengelola kampus.

Ketua LSM Barelang Yusril Koto berharap agar pihak terkait segera mengecek kampus Akademi Da’wah Indonesia (ADI) Batam ini, apakah termasuk perguruan tinggi yang layak dan mempunyai legalitas termasuk kompentensi dosen pengajar dan program kurikulumnya.(*)

Edtor : Agus Budi T