Saturday, 27 August 2016

Pollux Habibie International, Rayakan Groundbreaking Proyek Meisterstadt Batam

Para Pengurus Projec Pollux Habibie International Meisterstadt Batam, berfose bersama usai melakukan Konferensi Pers di Radisson Hotel, Batam, Sabtu (27/8/2016).

Batam, Dinamika Kepri - Pollux Habibie International hari ini membuktikan komitmen perusahaan untuk menyediakan hunian berkualitas, dengan groundbreaking proyek terbaru perusahaan, Meisterstadt. Dibangun di pusat kota Batam, Meisterstandt direncanakan akan siap huni pada tahun 2019.

Saat ini, Batam telah menjadi destinasi ke-3 yang paling banyak di kunjungi oleh wisatawan di Indonesia setelah Jakarta dan Bali. Letak kota Batam yang strategis ini banyak memikat baik wisatawan domestik dan asing untuk berkunjung sepanjang tahun. Selain itu, Batam sebagai kota industri yang strategis di Asia Tenggara juga mendorong banyak investasi, baik domestik maupun mancanegara.  Hal ini juga menyebabkan peningkatan besar akan permintaan (Demand) hunian berkualitas.

Nico Po, CEO Pollux Property mengatakan, bahwa pembangunan proyek Meisterstadt bukan hanya diperuntukan sebagai hunian tempat tinggal untuk berlibur, tetapi juga sebagai sarana pendukung perekonomian kota Batam. Kami harap pembangunan Meisterstadt dapat memberikan dampak nyata bagi perkembangan masyarakat Batam sebagai pendukung perkembangan kota ini di masa depan.

Meisterstadt merupakan proyek hasil kerjasama berkelanjutan antara Pollux Properties dengan Prof. Dr-Ing H. Bacharuddin Jusuf Habibie. Maisterstadt menawarkan berbagai fasilitas lengkap seperti rumah sakit, perkantoran, mall, apartemen, hotel, serta universitas ,dengan  seluas 9 hektar dan mencakup 11 tower. Proyek yang berlokasi di Batam Center ini mempunyai nilai investasi yang paling baik di Batam.

Saat ini, Pollux Habibie International direncanakan akan membangun fase pertama terlebih dahulu. Ditawarkan dengan harga terjangkau antara IDR 300 – IDR 800 juta, Meisterstadt menawarkan hunian berkualitas dalam tiga tipe, yaitu 1 kamar tidur dengan total luas 24,82 m2, 1 kamar tidur plus dengan total luas 41,51m2 dan 2 kamar tidur dengan luas 51,59m2. Selain itu, Meisterstadt juga dibangun untuk menjadi pusat bisnis kota Batam dengan penyediaan 128 unit ruko dan juga fasilitas perbelanjaan seeta pelayanan kesehatan modern.

"Hari ini kami melakukan groundbreaking proyek Meisterstadt, dengan harga terjangkau dan kualitas kelas dunia, kami yakin Meisterstadt akan menjadi hunian berkualitas yang dibutuhkan oleh konsumen di dan di luar Indonesia," Ilham Habibie, Sabtu (27/8/2016).

Sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk memberikan kemudahan untuk calon konsumen dalam pembelian unit Meisterstadt, Pollux Habibie International juga telah bekerja sama dengan 7 bank nasional yaitu Bank antara lain: Mandiri, BNI, BRI, BTN, Maybank, MNC Bank, dan Artha Graha untuk memberikan kemudahan pada fasilitas kredit apartemen (KPA) dan KPR.

Sekilas Tentang Pollux Properties

Pollux Properties adalah merupakan salah satu pengembang properti berskala international, yang telah sukses melakukan ekspansi ke sejumlah negara-negara di Asia Tenggara. Saat ini Pollux Properties tengah mengerjakan sejumlah proyek di Indonesia untuk membuktikan kiprahnya di industri properti. Kepercayaan yang telah berhasil dibangun oleh Pollux Properties terlihat dari besarnya investor menanam investasi di setiap proyek yang dibangun.

Sebelumnya Meisterstadt yang diluncurkan di awal 2016 telah berhasil menarik animo publik Batam, selain itu, Pollux Properties kini juga telah memiliki project di Indonesia diantaranya : Encore Bekasi, Amarsvati di Lombok, World Capital Tower di Mega Kuningan Jakarta, Chadstone di Cikarang, Paragon Mall Semarang, Crowne Plaza Hotel, dan Central City Mall Semarang, WR Simpang Lima Semarang, The Pinnacle Apartment dan Condotel, dan Marquis de Lafayette (apartment, condotel, dan retail arcade), Serta project di Singapore antara lain : Louis Kienne Serviced Residence Havelock, Metroloft, Garden Park Residence, Mayfair Residence, Park Residence Kovan, Pavilion Square, dan Berkeley Residence.(*)


Editor : Agus Budi T