Wednesday, 24 August 2016

Parah..! Pelaku cabul istri pelaut ini, Hanya diganjar 6 bulan penjara oleh PN Batam

Sapjanari Harianja (Pakai baju tahanan) bersama kuasa hukumnya usai sidang putusan, Rabu (24/8/2016) di PN Batam, Kepri
Batam, Dinamika Kepri - Sidang terhadap Sapjanari Harianja pelaku cabul istri pelaut di Perumahan Cipta Mandiri Batam Centre ini (Baju merah diagambar diatas=red) dilakukan sore menjelang malam setelah suasana terlihat sepi di pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (24/8/2016).

Dalam persidangan kasus cabul ini, Hakimnya Syarial.SH, Jaksa penuntutnya  Romondang.SH sedangkan terdakwanya Sapjanari Harianja. Dalam sidang putusan ini, terdakwa cabul pelecehan sexsual ini hanya di vonis 6 bulan penjara potong masa tahanan.

Padahal sesuai isi dakwaan yang oleh dibacakan hakim, Sapjanari Harianja terbukti telah melakukan tindak pencabulan terhadap seorang ibu istri pelaut ditinggal pergi suaminya karena berlayar.

Dalam aksinya pelaku ini disebut melakukannya melalui jendela rumah korban dimana saat itu korban tengah sedang tidur siang dengan kedua anaknya.

Korban yang saat itu tertidur memakai daster putih dan celana dalam hitam, membuat berahi pelaku ini jadi memuncak dan ingin menggahinya.

Dan yang paling parahnya lagi usai kejadian itu, sesuai isi dakwaan, pelaku ini yang sebelumnya berambut gondrong langsung melakukan pangkas rambut diduga tujuannya agar tidak dikenali oleh korban maupun saksi yang telah melihatnya.

Pelaku ini telah berniat, sudah melakukan tindak bejat dan ada usaha pula untuk menghilangkan jejaknya, namun sayang, pelaku ini hanya diganjar 6 bulan penjara oleh PN Batam. Ada apa?, itulah asumsi di benak di setiap orang yang menyaksikan sidang ini.

Padahal sebagaimana diatur dalam Pasal 289 sampai dengan Pasal 296 KUHP tentang pencabulan disebut bahwa setiap pelaku tindak pencabulan minimal akan diganjar 4 tahun dan paling lama 9 tahun penjara,  namun pelaku ini hanya diganjar 6 bulan penjara.

Isi Pasal 289 tentang tindak pencabulan : "Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang  untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, diancam karena melakukan perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan dengan pidana penjara paling lama 9 (sembilan) tahun".

Maka setelah melihat begitu ringannya hukuman yang diganjarkan kepada pelaku ini, tentunya secara tidak sengaja bahwa pengadilan Negeri Batam telah membuka celah bagi siapa saja untuk melakukan pencabulan di kota Batam sebab hukumannya ringan hanya 6 bulan penjara. (Ag)

Editor : Agus Budi T