Friday, 26 August 2016

Harap di Kampung Tuakan, Ribuan warga Kampung Seranggong Bengkong, Geruduk Pemko Batam

Asisten umum Sekda Batam saat menerima surat permohonan Kampung Tua dari perwakilan Kampung Seranggong, Bengkong. diruangan loby Sekda Pemko Batam. Jumat (26/8/2016).

Batam, Dinamika Kepri-  Ribuan warga Kampung Seranggong, Bengkong Batam, hari ini Jumat (26/8/2016) melakukan unjuk rasa keliling di sekitaran Batam Center dan berakhir di ke kantor Pemko Batam.

Di kantor Pemko Batam Ribuan warga Kampung Seranggong, Bengkong Batam ini terhenti sejenak untuk menyampaikan surat permohonannya kembali ke Walikota Batam, Rudi SE agar SK Kampung Seranggong sebagai kampung Tua, dapat segera direalisasikan.

Saat Warga  Kampung Seranggong berorasi di depan kantor pemko Batam.

Dan tidak menunggu lama, Ketua unjuk rasa yang juga berperan sebagai orator yakni Panglima Gagak Hitam, Arba Udin atau yang akrap disapa Udin Pelor, lalu dipersilakan masuk bersama perwakilan warga lainnya untuk menemui Wakil walikota Batam, Amsakar Achmad. Namun Amsakar Amsakar saat itu tidak dapat ditemui karena sedang rapat.

Melihat tidak ada harapan untuk bertemu dengan Wakil Walikota, lalu rombongan ini mengambil jalan pintas untuk menemui Sekda Batam Agus Sahiman, namun tidak ketemu alasannya juga sama yakni yang bersangkutan juga sedang rapat.

Surat permohonan kampung Tua Seranggong.


Tak mau menunggu lama, akhirnya asisten umum Sekretaris Daerah (Sekda) Batam datang menghampiri dan menerima surat pengajuan Kampong Serangong tersebut. Kata Asisten umum kepada rombongan Udin pelor, " Surat ini akan saya sampaikan kepada Walikota".

Setelah surat mereka diterima, lalu para perwakilan Kampung Seranggong ini pun meninggalkan kantor pemko Batam dan kembali melanjutkan orasi kelilingnya.

Kepada media Panglima Gagak Hitam, Arba Udin mengatakan bahwa surat disampaikannya ke Walikota Batam melalui Asisten umum Sekda Batam itu, adalah merupakan surat berisi permohonan agar status Kampong Seranggong sebagai Kampong Tua dapat segara direalisasikan tujuannya agar campur tangan para tangan-tangan besi tidak lagi dapat mengobok-obok kampung mereka.

" Kami ingin status  Kampung Seranggong sebagai Kampung Tua dapat segara direalisasikan tujuannya agar campur tangan para tangan-tangan besi tidak dapat mengobok-obok lagi. Pasalnya saat ini itu yang terjadi. Yah demi kepentingan pengusaha untuk mengambil lahan di kampung Seranggong ada tangan-tangan besi dari dua unsur TNI yang sedang berusaha mengobok-obok kampong kami," kata Arba Udin. (Ag)

Editor : Agus Budi T