Friday, 12 August 2016

Menpan RB Asman Abnur, Minta PNS Batam dapat lebih tingkatkan pelayanan bagi masyarakat

Diskusi publik  Reformulasi strategi kebijakan pengembangan wilayah Batam dan sekitarnya yang digelar oleh Bank Indonesia (BI)di Radisson Hotels Batam, Jumat (12/8/2016).

Batam, Dinamika Kepri- Dalam diskusi publik bertajuk Reformulasi strategi kebijakan pengembangan wilayah Batam dan sekitarnya yang digelar oleh Bank Indonesia (BI)di Radisson Hotels Batam, Jumat (12/8/2016) bersama 3 menteri, dalam kata sambutannya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur meminta agar para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkup Pemko Batam kedepannya, dapat lebih meningkatkan kinerja maupun meningkatkan pelayanannya bagi masyarakat.

Selain itu ia juga berharap banyak, agar kedepannya Batam bisa lebih maju lagi. Maka itu harapnya semua pihak dapat saling bekerja sama dalam membangun kota Batam dengan merubah sistem pengurusan birokrasi yang lebih mudah, cepat, praktis dan Efesien tujuannya agar dapat bersaing dengan negara-negara tetangga seperti Singapura.

Dalam diskusi publik bertajuk Reformulasi strategi kebijakan pengembangan wilayah Batam dan sekitarnya, tampak dihadiri oleh 3 Menteri dan para pejabat lain yakni, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, Menteri Kemaritiman Binsar Luhut Panjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubenur BI Agus Martowardojo, Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro dan Gubernur Kepulauan Riau Nurdi Basirun.

Selain membahas peningkatan pembangunan Infrakstruktur dan kepegawaian, dalam diskusi publik ini juga membahas Sektor maritim dunia yang banyak terpusat di Selat Malaka.

Katanya Selat Malaka juga menjadi keuntungan utama kawasan Batam dan tidak hanya bisa di nikmatin oleh Singapura Maupun Malaysia saja.

Terlepas dari potensi Selat Malaka, dalam diskusi ini mereka juga melirik satu sektor industri paling potensial yakni di sektor kelautan seperti industri galangan kapal dan sektor kepariwisataan.

Katanya lagi, Batam punya potensi yang besar sama halnya seperti Singapura yang mana selama ini hanya mengandalkan dari sektor kelautannya.

Kata Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira berpendapat optimis ucapnya, bila galangan kapal di Batam di kembangkan dengan baik. Kata dia, jika itu dilakukan, tidak menutup kemungkinan Singapura bisa saja bergantung pada Indonesia nantinya.(Cn)

Editor : Agus Budi T