Monday, 1 August 2016

Lengkapi surat kendaraan anda, Besok ada 'Operasi Patuh Jaya 2016'

Ilustrasi, foto/dok: viva.co.id
Batam, Dinamika Kepri - Menurut informasi yang diterima awak media ini, besok hari Senin, tanggal 1 Agustus sampai tanggal 14 Agustus 2016 (14 hari) kedapan, secara serentak di seluruh Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia akan menggelar Operasi Patuh Jaya 2016.

Adapun tujuan operasi yang dilakukan yakni, pertama guna memperlancar arus lalu lintas serta menurunkan angka kecelakaan di jalan raya. Tujuan keduanya untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas.

Bagi para pengendara sepeda motor, dapat memperlihatkan segala kelengkapan surat-surat kendaraannya.

Selain itu, untuk pengendara yang melawan arus, plat kendaraan yang tidak sesuai dengan spectec/aslinya, pembonceng tidak pakai Helem atau kedua-duanya, nantinya akan diberhentikan petugas dan mungkin juga akan diberikan sangsinya.

Himbauan bagi pengguna sepeda motor harus berjalan di lajur kiri, kecuali ada lajur kanalisasi. Bagi Pengguna Sepada motor wajib menyalakan lampu besar di siang hari, tidak melanggar lampu merah,  tidak melanggar marka jalan, dan tidak menaiki motor lebih dari dua orang.

Sementara bagi Pengendara mobil ada 6 sasaran yakni :

  1. Pelat nomor tidak sesuai spectec/aslinya
  2. Tempel logo/simbul pada pelat nomor
  3. Pakai rotator/sirene pada mobil pribadi
  4. Tidak pakai sabuk pengaman
  5.  Melanggar lampu merah
  6. Serta melanggar marka jalan dan garis setop.

Bahwa Operasi Patuh melibatkan beberapa pemangku kepentingan, yaitu Dinas Perhubungan (Dishub), TNI, PM, dan Garnisun. TNI, Garnisun, dan PM akan menindak kendaraan yang memakai atribut TNI.

Sedangkan Dishub menindak angkutan umum dan angkutan barang. Untuk angkutan umum yang dikenai tilang, di antaranya naik turun penumpang tidak pada tempatnya, mobil pelat hitam dipakai ompreng/angkutan umum, melanggar letter “P”, melanggar letter “S”, dan melanggar lampu merah.

Operasi Patuh Jaya ini akan digelar dua sampai tiga kali sehari, tergantung bagaimana kondisi dan perkembangan situasi di lapangan.( Ln)

Editor Agus Budi T