Wednesday, 31 August 2016

Ini alasan mengapa LPM Kabil pertahankan pembangunan SMA Negeri 21 di RW 19

Sekretaris LPM Kabil, Baginda Najunggal Rambe

Batam, Dinamika Kepri - Ternyata tidak main-main, tekad bersama para pengurus lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) Kabil beserta para tokoh masyarakatnya, tampaknya kini sudah tidak bisa dibendung lagi,  dimana mereka menyatakan, bahwa Pembangunan sekolah SMA Negeri 21 yang sebelumnya sudah ditentukan lahan pembangunannya, yakni di RW 19, katanya sudah bulat dan tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun, itu kata mereka saat melakukan pertemuan bersama dengan tokoh-tokoh masyarakat di Kabil yang mana saat itu juga, tampak dihadiri oleh Lurah Punggur, Suyono, Selasa (31/8/2016).

Katanya, alasan mereka untuk mempertahankannya cukup mendasar. Selain status lahan bukan hutan lindung, lahan pembangunan sekolah juga sangat mendukung karena berdekatan dengan pemukiman warga dan lebih lagi, dapat memudahkan seperti waktu dan jarak tempuh yang dekat bagi para pelajar nantinya, sebab dari segi strategisnya, keberadaan lahan pembangunan sekolah yang mereka maksudkan itu, tepatnya berada ditengah-tengah pemukiman masyarakat Kabil.

Kepada media ini, Sekretaris LPM Kabil, Baginda Najunggal Rambe menuturkan, Bahwa lahan yang sudah mereka persiapkan jauh-jauh hari untuk pembangunan sekolah tersebut, sudah okey termasuk juga ganti rugi bagi pemilik lahan sebelumnya, katanya juga sudah mereka bayarkan walaupun itu dengan cara swadaya.

Katanya lagi, adapun kendala yang mereka miliki saat ini hingga pembangunan sekolah tak kunjung dilakukan, karena surat Peta Lokasi (PL) dari BP Batam, belum mereka dapatkan, padahal status lahan bukan hutan lindung. selain itu  masa waktu durasi pengurusannya dari pengajuannya ke BP Batam, sudah berjalan lebih dari 1 tahun, namun tak kunjung dikeluarkan oleh BP Batam tampa alasan yang jelas.

" Ya sudah tidak ada masalah lagi, kendalanya saat ini kita masih nunggu PL nya dari BP Batam, itu saja, semua sudah okey, masalah PL ya itu sudah berungkali mempertanyakan ke BP Batam, namun belum ada tanggapan, kita juga tidak tahu tersedatnya dimana. Padahal status lahan tersebut bukan hutan lindung,  Kalau lamanya pengurusan, kira-kira sudah ada 1 tahun lebih lah, Ya kita tunggu saja respon bagaimana BP Batam memperhatikan dunia pendidikan. karena bagaimanapun, pembangunan sekolah ini memang harus dilakukan, dimana mengingat bahwa murid-murid SMA Negeri 21 ini sebelumnya, juga sudah terlanjur diterima diajaran tahun yang lalu dan saat ini, mereka masih menumpang belajar di salah satu sekolah SD di Telaga Punggur. Ya harapannya itu, PL bisa cepat keluar dan pembangunan sekolah dapat segera dilakukan," ucap Rambe.

Ketika ditanya media seberapa luas ukuran lahan yang telah mereka persiapkan untuk pembangunan SMA tersebut, Rambe menjawab, katanya luas lahan yang sudah mereka persiapkan, kurang dari 1 Hektar yakni sekitar 7000 meter. Ia mengatakan itu cukup karena untuk lapangan bolanya tidak perlu di buat lagi sebab lapangan bolanya memang sudah tersedia.

Menanggapi hasil dari pertemuan itu, Lurah Punggur, Suyono mengatakan, "Mana baiknya", namun ia terlihat lebih mendukung lahan yang telah di sediakan oleh LPM, sebab selain nantinya murid didik bisa lebih terpantau, jaraknya juga dekat dimana posisi tepatnya berada di tengah-tengah pemukiman, katanya itu sangat baik jika sekolah tersebut, dibangun di lahan yang dimaksudkan oleh LPM Kabil.(Ag)

Editor : Agus Budi T