Monday, 29 August 2016

Esepsi Holizah Safifa ditolak, Hakim perintahkan jaksa, Panggil semua saksinya

Oriza Safifa
Terdakwa dugaan pelaku penipuan, Holizah Safifa saat sidang putusan selah di PN Batam, Senin (29/8/2016).
Batam, Dinamika Kepri - Kasus penipuan yang diduga dilakukan oleh terdakwa oleh Holizah Safifa (52) direktur Perusahaan PT. Prima Jaya Kontruksi, akhirnya berlanjut setelah asepsi diajukannya ditolak hakim, Senin (29/8/2016).

Kata Hakim dalam putusan sela ini, Esepsi terdakwa ditolak dan sidang pemeriksaan tetap akan dilanjutkan. Selain itu, hakim juga menjadwalkan sidang berikutnya dan akan dilakukan pada hari Kamis tanggal 1 Oktober 2016 mendatang.

Bahkan hakim juga meminta agar jaksa penuntut umum dapat menghadirkan semua saksi (korban=red). Dan lagi, Hakim juga menjadwalkan agar sidang ini dapat dilakukan 2 kali seminggu tujuannya agar kasus ini dapat cepat selesai.

Hakim mengatakan, jika terdakwa Holizah Safifa ini terbukti, maka akan dikenakan pasal 378 dan pasal 372 tentang penggelapan dan penipuan.

Sedikit menjelaskan kronologisnya, Sebelumnya terdakwa ini ditahan polisi lantaran dilaporkan oleh orang mengaku para korbannya yang tak kunjung diberangkatkan ke Singapura.

Para korban mengaku sebelumnya terdakwa ini telah menipu mereka dengan memintai sejumlah uang dengan modus akan memperkerjakan mereka ke luar negeri Singapura, namun tidak benar. Bahkan parahnya lagi Terdakwa katanya membuat permit palsu untuk meyakinkan para korbannya.

Dalam kasus ini,  kepada media sebanyak 286 orang mengaku jadi korban wanita berkerudung ini, katanya itu yang terdata saja, sebab yang tidak terdata, masih banyak lagi.

Katanya lagi, dari hasil perhitungan mereka (korban) mengatakan bahwa terdakwa ini telah mengantongi hasil tipuannya yakni sekitar Rp.1,8 Milar.

Terkait masalah ini, para korban hanya bisa berharap agar terdakwa ini dapat mengembalikan semua uang mereka. pasalnya uang yang diberikan kepada terdakwa ini sebelumnya kebanyakan uang yang dipinjam dari orang lain, termasuk di pinjam dari para rentenir. (Ag)

Editor : Agus Budi T