Monday, 15 August 2016

Diduga terima saweran, Jadwal sidang jadi amburadul, Hakim Tiwi nyaris emosi

Hakim Tiwi SH (Tengah), saat melakukan sidang, Senin (15/8/2016) di PN Batam.
Batam, Dinamika Kepri - Hakim Tiwi. SH yang sedang akan menggelar persidangan ruang sidang II pengadilan negeri (PN) Batam, Senin (15/8/2016) sore, tiba-tiba tampak nyaris emosi pasalnya jadwal sidang yang akan dilakukannya saat itu, tidak singkron dengan skedulnya.

Ia tampak menunjukan ekspresi marah pasalnya sebelum persidangan dimulai, hakim Tiwi yang pernah di demo mahasiswa ini sebelumnya beberapa waktu lalu ini mengatakan " Mengapa jadwal sidang hari Senin menjadi Rabu, dan jadwal sidang hari rabu menjadi hari Senin.". dan sebelum memulai sidang, ia meminta agar hal tersebut kedepannya tidak terjadi lagi, karena hal tersebut nantinya dapat membingungkan sidang-sidang selanjutnya.

Setelah menjalani satu sidang, Maka sidangpun dihentikan (Break) untuk sementara karena jam telah menunjukan saatnya waktu Magrib. Dan tidak hanya hakim Tiwi saja yang marah saat itu, Panitera yang bertugas saat itu, diduga merasa malu dan mengambil kebijakan dengan menyuruh tahanan yang tidak ada jadwal sidangnya keluar dari ruang sidang dan kembali ke sel tahanan pengadilan.

Akibat terjadinya kesalahan jadwal sidang ini, ternyata juga telah merugikan waktu para keluarga terdakwa yang hadir saat itu, keluarga para terdakwa sebelumnya merasa senang karena sidang dimajukan dari waktu yang ditententukan sebelumnya, namun setelah sebagian tahanan dikebalikan ke sel tahanan, mereka pun merasa kecewa.

" Katanya sidang hari ini, lah kenapa ditunda lagi, aneh ?," kata pengunjung sidang saat itu.

Padahal dari sidang-sidang sebelumnya jelas waktunya telah ditentukan oleh hakim kapan sidang selanjutnya dilakukan, Namun pada sidang hari ini skedulnyal yang dimiliki Jaksa Penuntut Umum dan Panitera terkesan tidak singkron dengan data skedul yang dimiliki Hakim, akibatnya Hakim Tiwi, menjadi kebingungan.

Diduga dengan terjadinya kesalahan jadwal sidang ini  ada indikasi bukanlah yang hal yang kebetulan, ada dugaan jika hal tersebut terkesan seperti disengaja oleh oknum-oknum nakal tertentu untuk memajukan jadwal sidang terhadap para terdakwa tertentu karena diduga telah terima saweran dari para keluarga terdakwa. Namun itu hanya dugaan. Terkait benar tidaknya dugaan ini, alangkah baiknya tanyakan langsung kepada rumput yang bergoyang.(Ag)

Editor : Agus Budi T


loading...