Monday, 15 August 2016

Besok Satpol-PP Batam yang diterima di gelombang III, Akan di tes urine

Ratusan Personil Satpol-PP yang diterima di gelombang III sebelumnya  mendatangi kantor Satpol-PP di Batam Center, Senin (15/8/2016). kata mereka untuk mempertanyakan nasib selanjutnya karena telah bosan menunggu janji-janji manis dari Walikota Batam.

Batam, Dinamika Kepri - Besok, Selasa (16/8/2016) seluruh Satpol-PP Batam yang diterima di gelombang III, Akan di tes urine persyaratan langkah selanjutnya. dimana sesuai kesepakatan katanya bahwa semua yang lulus dari tes urine akan segera mendapat penempatan tugas seperti Satpol-PP yang lainnya.

Senin, (15/8/2016) sore tampak ratusan Satpol-PP yang sebelumnya dirumahkan, berkumpul di halaman kantor Satpol-PP Batam Center Sore. Mereka menuntut hak menagih janji-janji manis dari walikota Batam sebelumnya.

Terkait tes urine yang akan dilakukan besok, sebagaian dari mereka mengatakan kalau itu hanya akal-akalan pejabat pemko Batam untuk menyingkirkan mereka.

Bahkan yang paling  menggemparkan lagi saat itu, ada seorang perwakilan dari orang tua yang anak . telah dikecewakan dalam perekrutan Satpol-PP tersebut. kepada seluruh yang hadir saat ini Ia mengatakan bahwa janji Walikota untuk memperkerjakan seluruh Satpol-PP yang diterima di gelombang III, ucapnya itu hanya kebohongan belaka.

" Apapun yang dijanjikan itu, itu tidak benar, itu bohong semua, saya berani di apakan jika itu benar, kalau memang hal ini harus diperjuangkan, ayo saya di depan," kata dia dihadapan semua orang saat itu.

Kata dia lagi, Ia berani mengatakan itu karena dirinya ngakunya mengetahui segala bentuk inforrmasi  yang ada di Pemko Batam, karena sebelumnya adalah sebagai Tim sukses di ring satu ''Ramah" saat di Pilkada lalu.

Mendengar perkataan itu, diantara yang hadir saat itu ada yang mengatakan, " Jika memang tidak benar, tolong kembalikan uang saya, ya kembalikan uang kami." kata mereka seperti bersahutan.

Mendengar kata kembalikan " Uang saya", awak media ini mencoba menggali lebih dalam tentang hal itu. Kepada media ini, mereka mengaku sebelumnya mereka telah mebayarkan atau memberikan sejumlah kepada perentara mereka agar bisa masuk ke Satpol-PP Batam.

Ketika awak media ini menayakan siapa perantara yang mereka maksudkan tersebut, mereka sepertinya enggan memberikan jawabannya, terkesan mereka seakan menutupi Identitasnya, sepertinya mereka takut menyebut siapa Perantara itu sebab mereka masih berharap besar akan diterima jadi satpol-PP yang sebenarnya.

Namun di lain tempat dan masih dilokasi yang sama, seorang dari mereka diuga telah putus harapan berani mengatakan jika perantara yang dimaksud itu adalah salah satu LSM yang ada di Batam. Katanya untuk masuk Sapol-PP sebelumya, mereka dimintai LSM (Perantara) itu minimalnya Rp 20 juta perorang bahkan ada yang sampai Rp 40 juta perorangnya.

"Kalau saya masuknya melalui perantara yaitu melaui LSM, ya kalau saya bayarnya dahulu Rp 20 juta ke LSM nya, kalau masalah minimal dan maksimalnya berapa biaya masuknya, saya kurang tahu. tetapi ada teman saya masuknya di gelombang yang sama (III) bayarnya sampai Rp 40 juta. Ya nasibnya sama seperti saya, tak jelas juga, padahal dia sudah bayar Rp 40 juta. kalau harapan saya, ya mudah-mudahan janji ini benar adanya, karena sudah bosan dibohongi terus." kata dia yang tidak mau namanya ditulis itu.

Terkait besok akan di tes urine, ia mengatakan, " Siap kenapa takut, yang penting jelas janjinya." kata dia lagi menutup.(Ag)

Editor : Agus Budi T