Tuesday, 19 July 2016

Warga Sengar mengaku tidak muluk-muluk, Mereka hanya minta ganti rugi tanam tumbuh

Tampak warga Sengar berusaha menghentikan aktifitas cleaning dilahan kebun milik warga.
Batam, Dinamika Kepri- Penghentian alat berat yang dilakukan oleh puluhan warga kampung Sengar RT 04/RW10 Tanjung Piayu, Batam, Kepri, pada Selasa (19/7/2016) siang dilokasi lahan kebun warga, berakhir damai setelah melakukan perundingan dengan personil perwira TNI AD dari Kodim 0316 Batam melalui kuasa hukum warga pemilik kebun.

Sebelum melakukan perundingan, warga sempat meminta agar segala aktifitas kleaning dihentikan dan juga meminta semua alat berat yang sudah berada dilokasi dibawa keluar dari kebun mereka.

Melihat warga datang berkerumun sempat terlihat ada rasa sensi dari aparat personil yang berjaga dilokasi, namun itu tereda setelah salah satu perwira TNI AD dari Kodim 0316 yang berada dilokasi melakukan mediasi bersama dengan kuasa hukum dari pihak warga pemilik kebun.

Setelah perundingan selesai, warga pun bubar sebab segala sesuatunya terkait hal itu, warga mempercayakannya kepada hukum mereka.

Kepada media warga mengaku, katanya mereka tidak muluk-muluk, hanya minta ganti rugi tanam tumbuh saja.

" Kami tidak mau tahu itu tanah siapa dan mau di buat apa, namun hargailah kami yang sudah lama berkebun disini. Keluarga kami makan dari hasil kebun, kalaupun mau digunakan oleh pemilik lahan, itu haknya. Kami tidak muluk- muluk, kami hanya minta ganti tanam tumbuh saja." kata salah satu warga pemilik kebun menuturkan.

Terkait banyaknya warga yang berkumpul di dekat Came penjagaan alat berat ini,  ketika diconfirmasi awak media ini menayakan apa yang terjadi saat itu, kepada personil TNI AD yang sedang berjaga saat itu menolak untuk memberikan penjelasannya.

" Maaf  mengenai hal ini saya tidak berhak untuk memberikan penjelasan apapun kepada media, maaf ya," jawabnya. (Ag)

Editor : Agus Budi T