Wednesday, 13 July 2016

Warga heran bertanya, RT selewengkan Raskin selama bertahun-tahun, Namun bisa lolos dari jeratan hukum

ilustrasi Raskin, foto: @umkmnews

Batam, Dinamika Kepri- Seperti yang mana kita ketahui bahwa para pejabat pemerintah saat ini, tentunya lagi berusaha melakukan, memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan dimana itu terjadi sejak Presiden RI, Joko Widodo menyerukan atau mencanangkan " Revolusi Mental".

Itulah program Presiden RI untuk bangsa ini tujuannya agar negara ini bisa lebih baik dari sebelumnya. Namun saat ini program tersebut malah terbalik fakta di Kota Batam, pasalnya dimana menurut warga di RT 002 di RW 017 menyebutkan bahwa seorang perangkat RT yang beranisial WR (47) yakni RT 002 di RW 017, sudah ketahuan alias terbukti telah menyelewengkan beras miskin (Raskin) selama bertahu-tahun, Namun dapat terbebas dari jeratan hukum karena diduga telah mendapat perlindungan dari camat dan lurah, agar kasusnya tidak mencuat.

Dan yang paling ironisnya, katanya lagi, Camat dan Lurah  sudah mengetahui hal itu, namun pelaku tersebut, malah bebas dari sangsi hukum, seakan tidak terjadi apa-apa, adapun ganjaran yang berikan, katanya RT itu hanya diminta mengundurkan diri dari jabatannya, itupun terjadi karena ada seorang ibu yang bernama Sugiyanti yang merasa keberatan jika yang bersangkutan, masih tetap menjadi RT nya.

Kata warga lagi miris, sangsinya sangat ringan padahal sudah menipu warga selama bertahun-tahun dengan cara mengurangi jatah Raskin ke warga yang semestinya warga mendapat 15 kg/KK setiap bulannya, Namun  RT itu  hanya memberikan 5 Kg sampai 10 Kg/ KK dan sisanya lalu dijual ke penadah seperti  rumah makan dengan harga Rp 5000 sampai Rp 6000 perkilonya.

Bahkan setiap bulannya, RT itu katanya, bisa menjual 200 sampai 300 Kg dengan meraup keuntungan sebesar Rp1.350.000 ( satu juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah) setiap bulannya yakni setiap jadwal pengambilan Raskin dan sudah dilakukannya selama bertahun-tahun semenjak 5 tahun lalu.

Menyikapi hal telah ademnya masalah ini, Selasa (12/7/2016) dimana ketika awak media ini mencoba melakukan confirmasi melalui ponsel kepada Lurah Kabil, Sugiono. SH, Lurah Kabil ini mengatakan, bahwa saat ini masalah itu sudah tidak ada masalah lagi dan sudah berdamai.

"Itukan tidak ada masalah lagi, Lagian kan itu masalahnya sudah berdamai, kalau pun ada warga yang masih keberatan, Ya silahkan saja melaporkannya kepada pihak ke kepolisian." Pungkas Lurah Kabil menganjurkan.

Tidak tahu apa maksud dengan kata berdamai, seperti asumsi warga menyebutkan, ada dugaan bahwa Lurah Kabil ini diduga sengaja ikut mendiamkan masalah tersebut agar tidak tersebar, seakan melindungi agar RT yang tengah bermasalah tersebut, kasusnya tidak sampai di proses keranah hukum.

Maka dengan redupnya permasalahan ini, tentunya hal ini mendapat respon negatif dari warga yang mengetahuinya, hingga timbulah rasa mosi tidak percaya lagi kepada Lurah maupun kepada Camat Noungsa.

Selain kepada Lurah Kabil, awak media ini juga mempertanyakan perihal redupnya tindak kejahatan ekonomi yang dilakukan WR ini. Kepada Camat Noungsa, Drs Syamsuri.M.Si, awak media ini juga menayakan mengapa proses penyelewengan Raskin tersebut, tidak sampai keranah hukum, apa kendala dan mengapa di diamkan. Namun melalui pesan singkat, Pak Camat Noungsa  menjawab katanya, Untuk Ranah hukum bukan ke Camat.

" Untuk Ranah hukum bukan ke Camat," jawabnya melalui pesan singkat dari ponselnya.

Padahal ia adalah selaku pimpinan pengambil kebijakan di Kecamatan Noungsa, namun tidak berbuat apa-apa terhadap perangkatnya yang sudah menyalahi aturan, terkesan seakan dibiarkan agar WR-WR lainnya bisa tumbuh dan bebas untuk  melakukan hal sama.

Padahal RT yang bermasalah itu sebut warga, telah merampas hak orang miskin selama bertahu-tahun serta melakukan tindakan kejahatan ekonomi dengan mengkomersilkan subsidi Pemerintah demi keuntungannya Pribadi namun bisa lolos dari jeratan hukum..ada apa sebenarnya, tanya warga RT 002 pensasaran.

Kembali ke Camat, setelah diconfir kembali mengenai asumsi masyarakat yang telah menilainya terkesan tutup mata perihal penyewelengan Raskin ini, Camat penyadang gelar S2 itu, tidak merespon lagi.

Menanggapi hal aneh yang terkesan diduga terkorakomodir perihal masalah penyelewengan Raskin ini, ketika dimintai tanggapannya oleh awak media ini kepada Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, bahwa tindakan tersebut telah menyalahi aturan, dan sudah tidak sesuai lagi dengan mikanismenya.

"Jika demikian kejadiannya, maka tindakan tersebut telah menyalahi aturan, dan sudah tidak sesuai lagi dengan mikanismenya." Tegas Wakil Walikota  Batam menanggapi melaui Ponselnya sore tadi, saat masih berada di Singapura.(Ag)


Editor : Agus Budi T