Thursday, 21 July 2016

Tingkatkan sinergi kepada Publik, BP Batam coba rangkul berbagai pihak demi kemajuan kota Batam

Pejabat  BP Batam sedang melakukan pertemuan tanya jawab, undang Kadin Kepri, pengusaha dan Wartawan, di gedung Aula Meeting Room, gedung milik BP Batam, Rabu (20/7/ 2016).

Batam, Dinamika Kepri - Demi meningkatkan pembangunan Batam ke depannya, BP Batam saat ini tampak tengah berupaya membuat berbagai terobosan baru dengan mencoba merangkul tingkatkan senergi kepada banyak pihak agar bisa langsung terlibat dalam memajukan kota Batam.

Selain itu BP Batam juga berusaha meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja mereka demi kemajuan Batam, dimana itu terlihat ketika BP Batam melakukan pertemuan di Aula Meeting Room, gedung milik BP Batam, Rabu (20/7/ 2016) siang.

Selain mengundang Para awak media, dalam acara ini BP Batam juga mengundang Kadin Kepri guna mencairkan setiap permasalahan yang ada di kota Batam saat ini.

Dalam pertemuan ini, Eko Santoso Budianto selaku anggota III Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha PB Batam, menuturkan bahwa permasalahan lahan yang ada di Batam saat ini, kata dia sudah sangat rumit dan butuh waktu lama untuk membenahinya.

Eko Santoso juga menambahkan, katanya, selain permasalahan lahan, tentunya masih banyak lagi hal yang harus di benahi dimana itu termasuk dalam pembenahan secara menyeluruh termasuk kepada para pegawai di BP Batam.

Menjawab pertanyaan dari awak media, atas ditutupnya akses masuk ke Pesero Batam oleh BP Batam saat ini, Eko menjawab, katanya itu sengaja dilakukan dan  memang harus dilakukan mengingat terkait ketaatan tentang pengamanan laut, dimana tempat-tempat seperti itu kata dia, harus clean control sehingga tidak disalahgunakan.

Mengenai pemindahahan pelabuhan Pelni ke Batu Ampar, kata Eko kepada Media, bahwa pemindahan tersebut adalah atas permintaan Menteri Perhubungan, sementara BP Batam memfasilitasinya karena pelabuhan Beton Sekupang tidak layak. sehingga dipindahkan demi kenyamanan dan keamanannya para penumpang.

Sementara itu, Imam dari Kadin Kepri juga mengatakan bahwa yang menjadi momok bagi Kadin selama ini ialah masalah urusan birokrasi dan perijinan. Namun telah adanya program BP Batam dengan 3 jam selesai, maka hal itu tentunya sangat luar biasa dan di sambut baik oleh banyak pihak.

Kata dia lagi, Dengan begitu ada kepastian, mengingat pengusaha yang ada saat ini selalu membawa kalkulator dan mengkalkulasi setiap apa yang ingin diusahakannya.

Menyinggung tentang kabar akan adanya kenaikan UWTO, Imam dari Kadin Kepri ini juga mengatakan, jika pihaknya tidak mempersoalkan hal tersebut, karena kenaikan itu terjadi tentunya sudah melalui dipertimbangkan akurat oleh pemerintah.(Ag)

Editor : Agus Budi T