Monday, 11 July 2016

LSM Barelang akhirnya laporkan dugaan korupsi Dana Alkes RSUD Embung Fatimah Rp 39, 2 Miliar tahun 2012 ke Kejari Batam

Bukti berkas pelaporan LSM Beralang terkait dugaan korupsi Dana Alkes RSUD Embung Fatimah Rp 39, 2 Miliar tahun 2012 kepada Kejari Batam. Senin (11/7/2016).

Batam, Dinamika Kepri - Tenyata tidak hanya memprotes dan diam di tempat saja, sebagaimana diketahui bahwa dalam beberapa bulan ini, baik di media pemberitaan maupun di Media Sosial, Ketua LSM Barelang, Yusril Koto.SE, terus gencar mengupdate statusnya perihal tentang dugaan penyimpangan dana pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) di RSUD Embung Fatimah, Batam, Kepri.

Di media sosial Facebook (FB) Yusril Koto kerap menshare berita-berita terkait  hal ini, diduga tujuannya agar kiranya ada sosok penegak hukum yang idealis dan sudi untuk mendalami kasus dugaan tindak korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) di RSUD Embung Fatimah sebesar Rp 39, 2 Miliar pada tahun 2012 tersebut, hingga keranah hukum.

Mungkin merasa tidak sabar lagi, akhirnya pada hari Senin, (11/72016) pagi, LSM Barelang lengkap dengan membawa data-data yang dimilikinya, akhirnya datang menyambangi kantor Kejari Batam untuk melaporkan atau mengaduan dugaan korupsi Dana Alkes RSUD Embung Fatimah Rp 39, 2 Miliar tahun 2012 itu ke Kejaksaan melalui staf tata usaha Kejari Batam, Hestina, S.

Ternyata perihal yang dilaporkan ini, materinya sama seperti apa yang sebelumnya juga telah dilaporkan oleh LSM Barelang ini, kepada Dirkrimsus Kepolisian Daerah Provinsi Kepulau Riau yakni pada tanggal 16 Juli 2012 lalu. yaitu melaporkan 5 orang terduga yakni :

  1. Drg. Fadillah Ratna Dumilla Mallarangan, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam sebagai Pengguna Anggaran (PA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
  2. Suhadi, Direktur/Komisaris/Pengusaha PT. Mitra Bina Medika dan PT. Bina Karya Sarana sebagai Pemenang Lelang 
  3. Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang/Jasa Pemerintah Kota Batam 
  4. Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Barang 
  5. Ketua Panitia Lelang
Kelima orang ini dilaporkan LSM Barelang diduga karena telah merugikan negara atau APBD pada tahun 2012 yakni sebesar Rp 39,298,450,000 dalam pengadaan Alkes di RSUD Embung Fatimah dengan modus melakukan:

  1. Rencana pengadaan yang diarahkan untuk menentukan/menetapkan PT. Mitra Bina Medika dan PT. Bina Karya Sarana sebagai pemenang lelang.
  2. Panitia lelang yang tidak mempunyai integritas dan memihak PT. Mitra Bina Medika dan PT. Bina Karya Sarana.
  3. Penyusunan dokumen lelang terjadi tawar menawar dengan Direktur/Komisaris/Pengusaha PT. Mitra Bina Medika dan PT. Bina Karya Sarana mengenai spesifikasi teknis yang disyaratkan. 
  4. PT. Mitra Bina Medika dan PT. Bina Karya Sarana diloloskan sebagai calon peserta pengadaan yang sebenarnya tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan.
  5. Penggelembungan (mark-up) anggaran dengan cara memanipulasi harga pembelian alkes.
  6. Alkes yang diserahkan PT. Mitra Bina Medika dan PT. Bina Karya Sarana lebih rendah daripada yang disyaratkan dalam kontrak.

Baca berita sebelumnya :  Ini data rinci pelaporan Yusril Koto, SE terkait Alkes RSUD Embung Fatimah ke Dirkrimsus Polda Kepri

Selain itu, Yusril Koto juga mengharapkan kerja sama dari para awak media, agar kiranya dapat terus mengawal dugaan kasus tersebut agar tidak diam serta berjalan ditempat.(Ag)

Editor : Agus Budi T