Monday, 25 July 2016

Purnomo Andiantono : Perusahaan yang dipanggil, Belum datang semua

Direktur Humas dan Promosi BP Batam, Purnomo Andiantono.

Batam, Dinamika Kepri - Sebelumnya beberapa waktu lalu, bahwa sebanyak 20 nama perusahaan yang telah menidurkan lahannya selama ini, dipanggil oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam. Adapun nama-nama perusahaan yang dimaksud dipanggil tersebut antara lain yakni:
  1. PT. Gunung Puntang Mas
  2. PT. JHS Precast Concrete Industries
  3. PT. Gerbang Mas
  4. PT. Tria Talang Mas
  5. PT. Kabil Shipyard Internasional
  6. PT. Kharisma Nuansa Dirgantara
  7. PT. Menteng Griya Lestari
  8. PT. Persero Batam
  9. PT. Perumtel
  10. PT. Lutan Abadi Perdana
  11. PT. Sulawesi Selatan Sejahtera
  12. PT. Surya Prima Bahtera
  13. PT. Batam Marine Centre
  14. PT. Batam Steel Indonesia
  15. PT. Citra Indo Perkasa
  16. PT. Pulau Mas Putih
  17. PT. Prisata Triwiratama
  18. PT. Gading Mas Prima
  19. PT. Repindo Raya
  20. PT. Wahana Cipta Prima Sejahtera.
Kendati sudah dipanggil, Namun menurut Humas Bp Batam, Purnomo Andiantono menyebutkan baru 17 perusahaan yang mengindahkan pemanggilan tersebut sedangkan 3 perusahaan lagi belum ada kabarnya, tetapi kata Andi lagi bahwa ke 3 keperusahaan yang tidak datagnya itu, kata dia akan tetap dipanggil kembali.

"Iya dari 20 perusahaan yang kita panggil itu, sudah 17 perusahaan sudah datang dan 3 perusahaan sampai saat ini belum juga ada kabar, Ya alasannya kata pihak perusahaan direksinya sedang keluar Negeri, ya kita tunnggu saja, ya pasti itu akan tetap kita panggil lagi, " kata Purnomo Andiantono kepada media usai menghadiri sidang paripurna di Dprd Kotam Batam, Senin (25/7/2016).

Seperti diketahui, bahwa semenjak adanya pergantian pejabat baru di BP Batam, maka sejak itupulah semuanya mulai dibenahi, baik sistem pelayanan Publik hingga memanggil semua pemilik lahan tidur di Batam yang diduga sebagai penghambat pembangunan di kota Batam.

Dikutip dari batampos.co.id, Sebelumnya kepada media, Andiangtono juga mengatakan, bahwa selama ini pihaknya juga telah mengidentifikasi sebanyak 248 titik lahan yang sudah dialokasikan, namun pihak perusahaan tidak kunjung memanfaatkannya, maka dari itu pihaknya akan  memanggil para perusahaan dimaksud untuk dilakukannya verifikasi serta bila perlu akan mencabut izinnya karena telah menidurkan lahannya. (Ag)

Editor : Agus Budi T