Friday, 1 July 2016

Terkait kepemilikan Senpi, Amat Tantoso : Sudah saya kembalikan

Amat Tantoso (Kanan), Tampak sedang menyapa.
Batam, Dinamika Kepri- Sebelumnya foto dan video aksi koboi yang dilakukan  Amat Tantoso yang mengacungkan Senjata api (Senpi)  di hadapan umum disaat melakukan penangkapan terhadap 3 orang pelaku hipnotis di money changer di depan Batam City Square (BCS) Penuin  pada tanggal 25 juni 2016 lalu, sempat menjadi headline Berita Populer disetiap halaman berita cetak maupun berita online di Kepri, khusunya di Batam.

Bahkan aksinya yang diunggah  media melaui  berita online di Batam, sempat menjadi perhatian para Netizen di media sosial. Tidak sampai disitu saja, para awak media di Batam, juga terus menggiringnya melalui pemberitaan hingga pihak kepolisian memutuskan menarik kepemilikan senpinya.

Dalam kesempatan pada hari Sabtu (1/7/2016) malam,  saat menghadiri buka puasa bersama dengan Bank Indonesia (BI) di Hotel Haris Batam Center, ketika diconfirmasi tentang kabar benar tidaknya yang menyebutkan bahwa senpi miliknya telah ditarik oleh pihak kepolisian , Owner Hai - Hai money changer ini membenarkannya. Namun bukan ditarik, melainkan di kembalikannya sendiri.

“ Iya senpinya sudah saya kembalikan,’’ kata dia kepada awak media ini.

Untuk lebih mengenalnya, Amat Tantoso adalah seorang pengusaha Money Changer ( Penukaran uang asing=red) terbesar di Batam dengan merek dagang nama usaha “ Hai-Hai’’.

Tetapi pria yang dikenal ramah ini, terusik setelah dirinya melakukan kecerobohan sendiri dengan mengacungkan pistolnya di hadapan umum bak mirip seorang koboi di negeri Apche paman Sam. Maka akibat dari kelaliannya itu, ia pun menelan pil pahit dari kecerobohannya sendiri karena pihak kepolisian menarik senpi beserta  izin kepemilikan senpi terhadapnya.

Namun jika dikaji dan dinalarkan dari segi keamanan dan perlindungan dirinya sebagai pengusaha yang mana harinya ia bergelut dengan uang, apalagi seperti di kota Batam yang dikenal begitu sangat rawan dengan tindak kejahatan, sudah harus dan semestinya, ia wajib dan harus memilikinya.(Ag)

Editor : Agus Budi T