Thursday, 14 July 2016

Tak mau rumahnya akan digusur, Warga Baloi Kolam, Kompak usir anggota TNI yang hendak mendata

Warga Baloi tampak melakukan protes kepada personil TNI A-D yang hendak mendata bangunan. foto: @kritisnews.com

Batam, Dinamika Kepri - Kedatangan Personil TNI- AD pada hari Kamis (14/7/2016) pagi yang mana hendak ingin melakukan Pendataan segala bagunan Rumah Liar (Ruli) di RT 05 RW 16 yang ada di Baloi Kolam, Batam, terlahalang pasalnya warga sudah mengetahui hal itu, menolak hingga suasananya menjadi ramai dan nyaris ricuh.

Ratusan warga yang bermukim ditempat itu, akhirnya melakukan protes keras dan menolak kedatangan sejumlah anggota TNI untuk pendataan itu.

Sebelumnya, berdasarkan surat edaran yang sudah diberikan oleh Kodim 0316 Batam menyangkut hal Pendataan Bangunan diatas Lahan milik PT. Alfinky Multi Berkat. Dalam surat edaran itu menerangkan bahwa sesuai dari isi surat MOU yang sudah di setujui BP Batam, Bahwa PT. Alfinky Multi Berkat harus menyerahkan lahan yang dimaksud  kepada pihak Kodim 0316 Batam. Namun terhalang oleh dari protes Warga yang bermukim diatas lahan.

Akibatnya pendataanpun tertuda akibat penolakan keras dari seluruh warga, tidak hanya warga, semua perangkat RT dan RW yang ada di Baloi Kolam menolaknya, termasuk para LSM dan juga Ingan Sigalingging yakni anggota Komisi IV Dprd kota Batam.

Kepada media,  anggota Fraksi Hanura DPRD Kota Batam, Uba Ingan Sigalingging dari komisi IV itu mengatakan.  Ia meminta dengan tegas agar  TNI hendaknya  tidak mencampuri segala urusan yang berkaitan dengan lahan Baloi Kolam. Apalagi TNI dilibatkan oleh Pihak pengusaha untuk mendata bangunan-bangunan masyarakat.

Selain Uba Ningan, Ketua Gebrak Kota Batam, Agung yang berada ditempat itu mengatakan, tindakan pengusaha yang melibatkan TNI sudah tidak sewajarnya. alasannya bahwa urusan pendataan bagunan, bukanlah urusan TNI.

Ia juga menambahkan katanya,  wajar warga menolak. Meskipun pihak pengusaha telah melakukan MOU dengan Kodim, namun TNI tetap saja tidak wajar untuk melakukan pendataan.

Pantuan media tampak Pendataan tertunda kerena warga sudah berkumpul sebelumnya, mengusir kedatangan para Personil TNI –AD yang hendak melakukan pendataan. Warga menolak keras dan berharap agar kedepannya tidak ada lagi siapapun atau dari pihak manapun yang akan mendata bangunan rumah mereka.(Ag)

Editor : Agus Budi T