Thursday, 21 July 2016

Oriza Safifa disidangkan, Kuasa hukum : Terdakwa juga korban

Oriza Safifa 

Batam, Dinamika Kepri - Setelah ditahan selama 95 hari disel tahanan polisi, Kamis (21/7/2016) akhirnya pelaku tindak penipuan, yang dilakukan oleh  Oriza Safifa (52) yang berperan sebagai direktur Perusahaan PT. Prima Jaya Kontruksi, disidangkan di pengadilan Negeri Batam.

Dalam sidang ini, Oriza Safifa di dakwa telah menipu sebanyak 286 orang korban dengan modus akan memperkejakan korbannya keluar negeri  yakni Singapura dengan gaji Dollar.

Dalam sidang perdana kasus penipuan ini, tampak dihadiri sebanyak 16 korban. Dalam surat dakwaan yang dibacakan oleh jaksa penuntut Umum (JPU), Zulna SH, tertuang bahwa pelaku ini terbukti telah menipu korbannya dengan jumlah total Rp 1,8 Miliar.

Selain itu, pelaku ini disebut juga membuat dokumen permit palsu untuk meyakinkan para korbannya. Setelah surat dakwaan ini dibacakan oleh jaksa, lalu hakim menunda sidang ini hingga tanggal 28 Juli 2016 mendatang.

Usai sidang digelar, kepada media kuasa hukum terdakwa mengatakan, bahwa terdakwa tersebut juga korban penipuan dari  warga Singapura yang bernama Asril yang saat ini masih buron dan sudah melaporkannya ke polisi.

Sebab uang yang dipungut dari para korban itu katanya, sudah diserahkan terdakwa kepada Asril warga Singapura tersebut. Selain itu, kuasa hukum terdakwa juga mengatakan bahwa sebagian uang korban terdakwa juga telah dikembalikan.

Menanggapi pernyataan dari kuasa terdakwa ini, Para korban menampiknya, katanya itu tidak benar.Terkait yang mengatakan bahwa terdakwa ini juga disebut sebagai korban penipuan dari orang Singapura, para korban mengatakan,  tidak mau tahu.

"Kami tidak mau tahu, mau kena tipu atau apa kena kek, bukan urusan kami, itu urusannya, kami mau uang kami dikembalikan itu saja, lagian itu yang disebut Asrit adalah masih keluarga dari terdakwa," ucap para korban saat masih berada di sekitar pengadilan.

Para korban penipuan ini menyebutkan, pelaku dalam hal ini bukan hanya 1 orang melainkan ada 5 orang termasuk putri pelaku yang bernama Pipi.(Ag)

Editor : Agus Budi T