Sunday, 10 July 2016

Miris, Pedagang di Danau Keramat Sekupang Batam ini, Ngaku Dipalakin oknum Satpol-PP Rp 300 ribu perbulan

Lokasi Parkiran Danau Keramat, Sekupang. Batam.

Batam, Dinamika Kepri - Lokasi Wisata keluarga Danau Keramat Sekupang Batam, tampak ramai. Selain di ramaikana para Pasangan kaula Muda, pengunjungnya juga banyak anak-anak yang mana sengaja dibawa orang tuanya untuk melihat banyaknya jenis ikan Tawar di danau tersebut.

Dan tidak ketinggalan, Para pendagang makanan juga ikut mengais rezekinya. padahal keberadaan para pedagang di areal ini tidak di izinkan. namun mereka berani menggelar lapaknya hingga merusak ke Asrian dan pemandangan di sekitar Danau Keramat ini.

Ketika awak media ini mempertanyakan keberanian mereka menggelar lapak dagangannya di tempat itu, salah seorang pedangang mengatakan, ia berani karena sudah membayar bulanan kepada seorang petugas Satpol -PP.

Inilah pengakuan miris dari pedangang makanan yang ada di Danau Keramat Sekupang, Batam, Kepri. kepada media ini,  katanya mereka bisa berdagang di tempat itu karena sudah bayar upeti Rp 300 ribu perbulannya kepada seorang oknum Satpol PP yang bertugas dilingkungan Pemko Batam.

"Kalau saya sudah 3 tahun berjualan disini, saya juga tahu kalau disini itu dilarang berjulan, tapi dari pada dagangan saya ditendangin petugas Satpol-PP itu, Ya saya bayar saja, saya sendiri bayarnya Rp 300 ribu perbulannya. Kalau kami disini ada 5 pedagang, ya semuanya itu wajib bayar, kalau gak mana bisa bang!. Ya alasan dia katanya untuk uang masuknya. Kalau namanya saya tidak tahu bang, dan pungutan itu sudah berjalan selama 3 bulan ini." kata pedagang itu menjelaskan kepada awak media ini, Minggu (10/7/2016).

Kini pemandangan di sekitar areal parkir Danau Keramat, Sekupang tampak kumuh. Sampah berserakan. selain itu, para pemancing juga dibiarkan memancingin ikan di areal itu. Bahkan uniknya lagi, pasangan-pasangan muda yang datang ketempat ini, banyak memilih duduk diujung kolam di bawah gunung memilih tempat yang paling sepi.(Ag)

Editor : Agus Budi T