Friday, 15 July 2016

Kata warga, Warno RT 002/ RW 017 Kavling Bida Kabil, Juga menjual Raskin ke rumah makan

Batam, Dinamika Kepri - Pantas saja beras miskin (Raskin) jatah orang tak mampu kerap diselewewngkan para oknum perangkat RT. Mengapa tidak, selain dikonsumsi masyarakat tidak mampu, Ternyata Raskin juga diminati para orang berduit.

Bukan karena pelit ataupun kikir, namun untuk menjaga kesehatan katanya karena kadar Protein dalam raskin tidak setinggi kadar Protein di beras biasanya yang dijual di pasaran. Maka itu banyak para orang kaya yang menderita penyakit Diabetes atau penyakit gula yang mengincarnya. Selain menjual kepada penderita diabetes,ternyata raskin juga disalurkan ke rumah makan.

Mengapa harus diincar, jelas karena orang yang tergolong dinilai mampu dalam ekonominya, pastinya tidak akan mendapatkan jatah raskin. Maka untuk mendapatkannya, para orang kaya penderita diabetes maupun rumah makan harusnya lebih dahulu, harus memesannya.

Tidak mau untung terbuang sia-sia, maka para perangkat oknum RT nakal memamfaatkan situasinya hingga berusaha mengurangi jatah warga yang sudah terdaftar unutk mendaptkan sisa. Biasanya warga yang sebulannya dapat 15 Kg atau sekarung, Namun RT nakal malah mengurangi jatah dan hanya membagikan 5 Kg sampai 10 Kg, dengan alasan yang tidak jelas.

Lalu sisanya dijual kepada orang kaya yang telah memesan. ditambah lagi harga lebih tinggi yakni Rp 5000 hingga Rp 6000/ Kg, maka para oknum RT nakal tidak segan-segan menipu warga yang tidak mampu demi keuntungannya.

Sama halnya seperti yang baru saja terjadi di RT 002/ RW 017 Kavling Bida Kabil kelurahan kabil Kecamatan Noungsa, Batam, Kepri. dimana seorang RT  bernama Warno (47) ditangkap warga saat menimbun Raskin di rumah RT lain, hingga RT tersebut menerima sangsinya dan mengundurkan diri jabatan RTnya.

Kata warganya, Selain menjual kepada penderita Diabetes, Warno juga menyalurkan raskin hasil kejahatanya kepada penjual lontong juga menjual Raskin ke rumah makan.

Mengenai tudingin yang telah menyudutkan dirinya ini, saat dikonfirmasi, Warno membantahnya, katanya semua tuduhan itu benar, dan sebagai bentuk ketidak terimanya, katanya ia akan melaporkan orang yang menudingnya itu.

" Itu tidak benar, dan saya melaporkannya ke Polisi" Kata Warno, Kamis (14/7/2016).

Namun sampai berita ini dimuat, belum ada kabar jika yang menuduh itu sudah benar-benar akan melaporkanya. Dan yang paling parahnya, Camat Noungsa dan Lurah Kabil terkesan tutup mata, seakan mereka ikut menikmati hasilnya. Pasalnya menurut warga lagi, Permainan nakal yang dilakukan Warno bukan sekali itu saja, namun sudah berlangsung bertahun- tahun sejak ia menjabat dari 5 tahun lalu dengan dapat sisa Raskin setiap akan menjual sebanyak 300 Kg/ Perbulan dengan keuntugan Rp 1.350.000.perbulan dikalikan 5 tahun. Kata warga, tidak heran kalau dia RT terkaya di seluruh Kabil.

Mengenai redupnya kasus penyelewengan Raskin ini, diduga kuat lindungi oleh kedua oknum perangkat pemerintah tersebut, Pasalnya kata warga lagi kepada media ini menuturkan, bahwa orang yang menangkap tangan si RT itu katanya sudah melakukan perdamaian dengan si RT dimana perdamaian itu disaksikan oleh kedua Pejabat. namun mereka tidak melanjutkannya ke Proses Hukum.layak dipertanyakan, ada apa?.

Kepada media ini saat diconfirmasi,  Lurah Kabil, Sugiono. SH mengatakan bahwa masalah itu, sudah Damai, tambahnya lagi mengajurkan, kata dia, jika ada masyarakat yang masih merasa keberatan, laporkan saja."  (Ag)

Editor : Agus Budi T