Saturday, 23 July 2016

Ini dia orangnya yang nagih uang sampah Rp 10 ribu perkamar di MKGR Batu Aji Batam

Nanang

Batam, Dinamika Kepri- Bagi warga Batam peringatan, jika anda hendak membagun rumah, hendaknya jangan terlalu banyak jumlah kamarnya, sebab jika itu terjadi, maka anda akan mengalami kerugian yang besar setiap bulannya, sebab petugas penagih Retribusi sampah di kota Batam, nantinya akan membebankan anda dengan Rp 10 ribu perkamarnya, sebagaimana seperti yang ditentukan Nanang ini.

Seperti yang baru saja terjadi saat ini, Sabtu (23/7/2016) sore tadi di pemukiman Perumahan RT 06/RW 08 MKGR kelurahan Kibing, Batu Aji Batam, Salah seorang pria yang separuh baya ( Foto diatas=red) yang mengaku petugas penagih retribusi sampah,  mendatangi  rumah warga dan menagih uang sampah.

Kepada media ini, Addul Soleh warga setempat menggaku, petugas sampah dari DKP Batam menagih uang sampah darinya dengan hitungan kamar, dan tak mau berdebat kepada pemungut sampah yang terlihat sok hebat itu katanya, maka Ia pun membayarnya.

" Heran aja bang, masa uang sampah hitungnya perkamar, baru tahu makanya saya heran, Ya saya bayar saja, namanya pun kita warga yang baik, Kan dari dahulu sampai sekarang sudah tahu, masyarakat yang selalu jadi korban. lagian saya takut bang, orang tempramen gitu, pakai celana loreng TNI lagi." kata warga yang tinggal di blok Pragmatis ini.

Memang benar, kepada awak media ini, Penagih retribusi uang sampah yang mengaku dari DKP tersebut, terlihat sangat garang dan patentengan, dimana saat awak media ini menayakan kepadanya, peraturan dari mana pembayaran sampah dibuat dengan hitungan kamar, dengan membentak ia menjawab, itu aturannya.

Selain itu, kepada awak media ini, Penagih uang sampah yang bernama Nanang ini, mengatakan katanya, " lain tempat lain aturannya.

"Ya bayarnya perkamarlah, Rp 10 ribu perkamar !, ya itu aturannya, karena lain tempat lain aturan, Kalau mau ! naikkan saja beritanya, saya tantang anda, " kata dia kepada awak media ini, dengan bergaya patentengan.

Maka setelah melihat hal ini terjadi, diduga  Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) kota Batam, sengaja memperkerjakan orang-orang seperti Nanang ini di bagian pemungut retribusi sampah tujuannya agar masyarakat berpikir 1000 kali, untuk tidak membayar, padahal sampah berserak dimana-mana karena diabaikan.(Cn)

Editor : Agus Budi T